Berebut Hasil Bumi di Grebeg Syawal Yogyakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Idul Fitri

Berebut Hasil Bumi di Grebeg Syawal Yogyakarta

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 09 Jul 2015 07:50 WIB
Berebut Hasil Bumi di Grebeg Syawal Yogyakarta
Grebeg Syawal di Yogyakarta (Bagus/detikFoto)
Yogyakarta - Beda daerah di Indonesia, beda pula tradisi Idul Fitri-nya. Libur Lebaran di Yogyakarta, ada tradisi Grebeg Syawal. Orang-orang akan berebut hasil bumi yang sudah didoakan, wisatawan pun bisa menontonnya langsung.

Mari kita kenal dulu, apa itu Grebeg Syawal. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan detikTravel, Kamis (9/7/2015) Grebeg Syawal merupakan prosesi tahunan sejak zaman dulu yang dilakukan oleh keluarga Keraton Yogyakarta. Sesuai namanya, Grebeg Syawal dilakukan tiap tanggal 1 Syawal yang mana merupakan tanggal jatuhnya hari raya Idul Fitri atau Lebaran.

Grebeg Syawal pun sebagai perwujudan sedekah dari Sultan kepada rakyat. Grebeg Syawal, disimbolkan oleh Gunungan Lanang yang berisi beragam sayuran dan hasil bumi. Itu semua disusun secara rapi dan bertumpuk sampai menjulang tinggi membentuk gunung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isi Gunungan Lanang yakni sayur mayur seperti kacang panjang, cabai, telur dan lain-lain. Serta buah-buahan seperti jeruk hingga kue-kue yang ada di bagian puncaknya. Gunungan Lanang dihias secantik mungkin agar terlihat menarik.

Selain Gunungan Lanang, ada pula Gunungan Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Darat, dan Gunungan Pawuhan. Biasanya masing-masing gunungan itu hanya berjumlah satu, tapi Gunungan Lanang merupakan yang paling banyak jumlahnya dan bisa sampai 3.

Nah, prosesi Grebeg Syawal dilakukan setelah salat Ied. Arena atau tempatnya, adalah di sekitar Alun-alun Utara Yogyakarta. Namun pertama-tama, gunungan-gunungan tersebut akan dibawa dulu dari dalam keraton Yogyakarta menuju Masjid Agung Kauman untuk didoakan.

Setelah itu, barulah Grebeg Syawal siap digelar. Begitu dimulai, orang-orang akan berebut isi dari gunungannya dengan sekuat tenaga dan secepat kilat!

Jangan heran, mereka bisa saling dorong dan gigih untuk mengambil isi gunungannya. Bagi masyarakat Yogyakarta, hal tersebut dikenal dengan nama ngalap berkah. Sebab mereka percaya, semua isi gunungannya dipercaya bisa mendatangkan berkah.

Tradisi ini selalu menarik perhatian baik turis lokal maupun internasional. Anda yang sedang mudik ke Yogyakarta, bisa langsung melihat prosesi Grebeg Syawal. Malah bagi wisatawan yang sudah pernah ke sana, Grebeg Syawal menjadi objek foto yang menarik. Sebab, kental dengan budaya dan daya tarik kegiatan masyarakatnya.

(rdy/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads