Mari kita kenal dulu, apa itu Grebeg Syawal. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan detikTravel, Kamis (9/7/2015) Grebeg Syawal merupakan prosesi tahunan sejak zaman dulu yang dilakukan oleh keluarga Keraton Yogyakarta. Sesuai namanya, Grebeg Syawal dilakukan tiap tanggal 1 Syawal yang mana merupakan tanggal jatuhnya hari raya Idul Fitri atau Lebaran.
Grebeg Syawal pun sebagai perwujudan sedekah dari Sultan kepada rakyat. Grebeg Syawal, disimbolkan oleh Gunungan Lanang yang berisi beragam sayuran dan hasil bumi. Itu semua disusun secara rapi dan bertumpuk sampai menjulang tinggi membentuk gunung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Gunungan Lanang, ada pula Gunungan Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Darat, dan Gunungan Pawuhan. Biasanya masing-masing gunungan itu hanya berjumlah satu, tapi Gunungan Lanang merupakan yang paling banyak jumlahnya dan bisa sampai 3.
Nah, prosesi Grebeg Syawal dilakukan setelah salat Ied. Arena atau tempatnya, adalah di sekitar Alun-alun Utara Yogyakarta. Namun pertama-tama, gunungan-gunungan tersebut akan dibawa dulu dari dalam keraton Yogyakarta menuju Masjid Agung Kauman untuk didoakan.
Setelah itu, barulah Grebeg Syawal siap digelar. Begitu dimulai, orang-orang akan berebut isi dari gunungannya dengan sekuat tenaga dan secepat kilat!
Jangan heran, mereka bisa saling dorong dan gigih untuk mengambil isi gunungannya. Bagi masyarakat Yogyakarta, hal tersebut dikenal dengan nama ngalap berkah. Sebab mereka percaya, semua isi gunungannya dipercaya bisa mendatangkan berkah.
Tradisi ini selalu menarik perhatian baik turis lokal maupun internasional. Anda yang sedang mudik ke Yogyakarta, bisa langsung melihat prosesi Grebeg Syawal. Malah bagi wisatawan yang sudah pernah ke sana, Grebeg Syawal menjadi objek foto yang menarik. Sebab, kental dengan budaya dan daya tarik kegiatan masyarakatnya.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia