Toko Oen Malang memang beda pemilik dengan Toko Oen Semarang. Namun nuansa nostalgia era kolonial tetaplah sama. Warga Malang dan wisatawan datang ke Toko Oen untuk berwisata kuliner tempo dulu ala kolonial Belanda.
"Yang ke Toko Oen memang lebih banyak orang dari luar kota, buat kumpul-kumpul," kata Rio, seorang pengunjung dari Surabaya saat berbincang dengan detikTravel beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Es krim Toko Oen sudah tersohor untuk para traveler. Seperti halnya es krim orisinil di Toko Oen Semarang, Toko Oen Malang juga punya es krim berbagai rasa.
Toko Oen Malang juga punya banyak meja dan sofa buat duduk-duduk. Enaknya memang reuni bersama sahabat di tempat ini ketika sama-sama pulang kampung ke Malang. Makan es krim, aneka roti, minum kopi bisa jadi kegiatan asyik sambil mempererat kembali silaturahmi.
(shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal