Ada tujuh buah gunungan yang merupakan wujud persembahan Raja Kraton Ngayogyakarto kepada masyarakat. Ketujuh buah gunungan itu diperebutkan di tiga tempat.
Sebanyak lima gunungan di perebutkan di halaman Masjid Besar Kauman Yogyakarta. Satu buah gunungan dibawa menuju Kadipaten Puro Pakualaman. Satu gunungan lagi dibawa menuju kompleks Kantor Gubernur DIY di Kepatihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum ketujuh gunungan itu keluar, semua prajurit keraton melakukan defile di Pagelaran. Saat ketujuh gunungan itu keluar dilakukan penghormatan dengan tembakan salvo. Lima buah gunungan yang dibawa menuju masjid Besar Kauman dikawal prajurit Surokarso.
Lima buah gunungan itu adalah Gunungan Lanang, Wadon, Gepak, Darat dan Pawuhan. Satu Gunungan Lanang yang dibawa menuju Kadipaten Puro Pakualaman dikawal pasukan gajah dan bregada prajurit Lombok Abang dan Plangkir. Sedangkan satu Gunungan Lanang yang dibawa ke Kepatihan dikawal prajurit Bugis.
Saat gunungan tiba di depan halaman masjid besar, abdi dalem utusan keraton menghadap penghulu masjid agar didoakan. Namun belum selesai didoakan, ratusan masyarakat sudah tidak sabar lagi untuk merayahnya. Meski sudah diperingatkan agar tidak merayah lebih dulu sebelum doa selesaikan panjatkan. Namun masyarakat sudah tak sabar lagi.
Gunungan Wadon yang terletak di sisi utara pintu masuk terlebih dulu dirayah. Masyarakat yang ada di depan Gunungan Lanang yang ada disebelah selatan akhirnya juga ikut merayahnya. Tidak sampai 10 menit kelima gunungan tersebut habis ludes dan hanya tersisa kerangkanya.
"Senang dapat isi dari gunungan Wadon yang terbuat dari beras ketan," ungkap Ny Sulastri (46) warga Malang Jawa Timur.
Dia mengaku baru sekali melihat langsung acara grebeg Syawal di Keraton Yogyakarta. Dia bersama keluarganya tengah mengunjungi salah satu keluarganya di Pajangan, Bantul.
Bagi Anda yang kebetulan merayakan lebaran di Yogyakarta, tidak ada salahnya mampir ke tiga tempat yang disebutkan di atas untuk melihat suasana Grebeg Syawal langsung. Pastinya sangat meriah!
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica