Indonesia Lahir dari Sebuah Taman, Percaya?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Kemerdekaan

Indonesia Lahir dari Sebuah Taman, Percaya?

Kurnia Yustiana - detikTravel
Jumat, 14 Agu 2015 09:20 WIB
Indonesia Lahir dari Sebuah Taman, Percaya?
Monumen Proklamator di Taman Proklamator, Jakarta (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Menjelang HUT ke-70 RI, saatnya berwisata sejarah mengenang kelahiran Indonesia. Di Jakarta Pusat, ada sebuah taman tempat Indonesia dilahirkan. Bagaimana ceritanya?

Namanya adalah Taman Proklamator. Dahulu ini menjadi tempat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Taman seluas 8 hektar ini bisa ditemukan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Taman ini untuk memberikan suatu penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap bangsa Indonesia, yang mengorbankan jiwa raga demi nusa bangsa," ujar Sugandi, Staff Pengelola Kantor Perwakilan Monumen Proklamator kepada detikTravel di Taman Proklamator, Kamis (13/8/2015) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gandi mengatakan bahwa Presiden Soeharto yang dulunya menggagas pembuatan Taman Proklamator. Di dalam taman ada Tugu Petir di sebelah kanan, Monumen Proklamator Soekarno-Hatta di tengah dan tugu wanita yang berbentuk obelisk di sebelah kiri.

Sebelum menjadi taman, ini adalah rumah kediaman Soekarno yang menjadi tempat pembacaan naskah proklamasi. Tugu Petir atau Tugu Proklamasi merupakan titik tempat berdirinya Soekarno dan Moh Hatta ketika membacakan naskah proklamasi

Di sebuah sisi tugu itu ada tulisan 'Di sinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Pada Tanggal 17 Agustus 1945 Djam 10.00 Pagi Oleh Bung Karno dan Bung Hatta'. Tugu dengan lambang petir di atasnya itu menjulang setinggi sekitar 17 meter.

Di sebelah Tugu Petir, ada Monumen Proklamator Soekarno-Hatta. Monumen tersebut diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1989. Tampak patung Bung Karno yang sedang memegang naskah dan berdiri di sebelah Bung Hatta. Di tengahnya ada naskah proklamasi ukuran besar dengan tulisan berwarna emas, yang dibuat dari bahan perunggu, sedangkan belakangnya ada 17 sirip yang menandakan tanggal 17 Agustus.

Di bagian pojok kiri taman, terdapat sebuah tugu kecil berwarna putih yang berbentuk obelisk. Tugu ini bertuliskan 'Tugu peringatan satoe tahoen Repoeblik Indonesia atas oesaha kaoem wanita Djakarta'.

"Di sebelah kiri ada tugu wanita. Itu melambangkan perjuangan kaum wanita," kata Gandi.

Taman Proklamator seringkali dikunjungi traveler dari berbagai daerah. Selain bersejarah, taman tersebut juga tergolong rapi dan asri, sehingga banyak yang betah berlama-lama di taman sambil bercengkerama di kursi ataupun foto-foto. Sayangnya, tidak ada brosur atau papan keterangan yang menjelaskan peristiwa bersejarah di taman.

Buat traveler yang penasaran ingin berkunjung, Taman Proklamator buka setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB. Tidak ada biaya masuk, tapi jika datang beramai-ramai biasanya akan diminta melapor dan menulis buku tamu terlebih dahulu di dekat pagar masuk.

(krn/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads