Apa Hubungannya Naskah Proklamasi dan Piano?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Kemerdekaan

Apa Hubungannya Naskah Proklamasi dan Piano?

Kurnia Yustiana - detikTravel
Jumat, 14 Agu 2015 12:50 WIB
Apa Hubungannya Naskah Proklamasi dan Piano?
Replika piano yang dipakai untuk alas penandatanganan teks Proklamasi (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Menyambut HUT ke-70 RI, mari jalan-jalan sembari menyimak kisah sebuah piano bersejarah di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta. Piano ini erat kaitannya dengan naskah Proklamasi yang dirumuskan di museum itu lho!

Perumusan naskah Proklamasi dilakukan di rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jakarta, yang sekarang telah diubah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Di dalam museum ada berbagai benda yang berkaitan dengan perumusan naskah dan kemerdekaan RI, termasuk piano yang menyimpan kisah peristiwa bersejarah itu.

"Naskah ditandatangani (Soekarno dan Hatta-red) di atas piano," ujar Jaka Perbawa, kurator Museum Perumusan Naskah Proklamasi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Kamis (13/8/2015) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya betul, naskah Proklamasi rupanya memang ditandatangani di atas piano, bukan meja. Saat itu, konsep naskah Proklamasi sudah selesai dibuat dan disetujui oleh puluhan tokoh kemerdekaan yang hadir di sana. Naskah kemudian diketik Sayuti Melik, lalu Soekarno dan Hatta memakai piano sebagai alas untuk menandatangani naskah Proklamasi.

"Setelah proses pengetikan, mencari meja sudah crowded, kerumunan orang. Melihat ada landasan yang cukup langsung saja, tanda tangan di atas piano," jelas Jaka.

Jaka mengatakan bahwa saat itu area di depan ruang pengetikan memang telah ramai oleh para pejuang. Sehingga mungkin agar lebih ringkas, Soekarno langsung tanda tangan di atas piano yang ada di depan ruang pengetikan dan mudah dijangkau.

Sayangnya, saat ini piano yang ada di museum bukanlah piano yang sesungguhnya dipakai, melainkan sebuah replika. Kemungkinan piano itu hilang atau dipindahkan. Setelah Laksamana Maeda tidak tinggal di sana, rumah itu memang sempat berganti kepemilikan beberapa kali sebelum dijadikan museum.

Walaupun begitu, pihak museum tetap berusaha memajang piano yang semirip mungkin dengan aslinya. Kalau wisatawan ingin mendengar lebih banyak lagi tentang kisah piano dan benda bersejarah lainnya di sana, para petugas museum pun akan menjelaskan dengan senang hati.

(krn/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads