Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Agu 2015 08:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cuma di Singkawang, Cap Go Meh Berpadu dengan 'Debus'!

Tatung atau orang sakti mandraguna yang kebal senjata (Utami/detikTravel)
Singkawang - Kota Singkawang, Kalimantan Barat punya tradisi Cap Go Meh yang mungkin paling seru di Indonesia untuk dinikmati wisatawan. Kaum Tionghoa di Singkawang memadukan tradisi Cap Go Meh dengan pertunjukan ilmu kebal. Menarik!

Setiap 15 hari setelah Tahun Baru Imlek, kaum Tionghoa di seluruh dunia merayakan Cap Go Meh yang dimaksudkan sebagai penutup dari rangkaian perayaan Tahun Baru. Di Singkawang, Kalbar budaya tersebut tetap ada dan telah berakulturasi dengan kearifan lokal.

Dihimpun detikTravel, Kamis (27/8/2015) etnis Tionghoa Singkawang melakukan acara Pawai Tatung setiap perayaan Cap Go Meh. Tatung merupakan istilah untuk orang sakti yang kebal, di mana mereka mempertontonkan kesaktiannya setiap perayaan Cap Go Meh.

Sejarahnya, Pawai Tatung bermula dari adanya gelombang migrasi etnis Tionghoa 400 tahun lalu, khususnya suku Khek atau Hakka yang dari China Selatan ke Kalimantan Barat. Kemudian para imigran Tionghoa yang datang dipekerjakan di tambang emas oleh Sultan Sambas yang merupakan penguasa Singkawang saat itu

Suatu waktu, tersebar wabah penyakit di perkampungan-perkampungan itu. Karena saat itu belum ada pengobatan modern, maka kemudian warga mengadakan ritual tolak bala yang dalam bahasa Hakka disebut Ta Ciau. Sejak saat itulah, ritual tersebut terus menerus dilakukan tiap tahun.

Secara makna, inti dari ritual Pawai Tatung adalah untuk mengusir roh-roh jahat dari seluruh penjuru kota. Para tatung atau orang sakti yang dipilih mengalami trance atau dimasuki roh leluhur mereka.

Dalam posisi kerasukan, para tatung mempertunjukkan ilmu kesaktiannya seperti pipi ditusuk sampai tembus, kebal senjata tajam, mengupas kelapa dengan gigi dan aksi mendebarkan lainnya. Antara mengagumkan atau ngeri!

Setiap tahunnya, tradisi Pawai Tatung dilakukan di tengah Pasar Tengah, Kota Singkawang. Jangan kaget ketika melihat tatung yang muncul dengan baju berdarah-darah serta wajah tertembus benda tajam. Konon, luka-luka mereka bisa sembuh dengan cepat.

Berbagai atraksi tatung itu disambut para pengunjung dengan berbagai reaksi. Ada yang bertepuk tangan dan tertawa, tapi tak sedikit yang memalingkan wajah karena ngeri. Tentunya orangtua dihimbau untuk menyertai anaknya jika ingin melihat tradisi Cap Go Meh di Singkawang.

Namun tradisi Pawai Tatung tidak hanya dilakukan oleh kaum Tionghoa, namun juga ada yang berasal dari Suku Dayak sebagai bukti akulturasi dan hubungan harmonis di antara mereka. Para tatung pun bervariasi dari orang tua, pria dewasa, bahkan perempuan dan anak-anak yang menjadi tatung secara suka rela untuk mengikuti upacara.

Tentu, ada ritual yang harus dilakukan terlebih dulu agar mereka selamat dan tidak cidera. Tujuan tatung melakukan itu adalah sebagai pengusir kemalangan. Apa traveler berminat melihatnya dari dekat?

(rdy/Aditya Fajar Indrawan)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA