Minimnya sinyal dan akses listrik adalah apa yang dirasakan oleh masyarakat Kampung Kurima di Yahukimo, Papua. Setidaknya hal itulah yang detikTravel rasakan ketika trekking dari Desa Sogokmo ke Kampung Kurima bersama rombongan Mahakarya Indonesia pada Selasa pekan lalu (15/9/2015).
Selain dibutuhkan waktu minimal tiga jam untuk trekking menuju Kampung Kurima dari pinggir jalan utama, tentunya traveler tidak usah berharap akan menemukan sinyal handphone, apalagi internet. Untuk sumber listrik saja, masyarakat sekitar hanya mengandalkan panel tenaga matahari saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat saya melewati wartel tersebut, tampak seorang pemuda bernama Markus yang sedang berjaga layaknya operator wartel. Matanya tidak henti menatap ke arah handphone yang ditempel di sebuah tempat khusus layaknya remote pendingin udara. Sesekali ia menyentuh tombol di layar handphone.
"Ini fungsinya seperti wartel, handphone ditempelkan saja di sini dan pesan masuk semua sudah," cerita Markus yang sedang berjaga.
Entah bagaimana penjelasannya, tapi kelihatannya spot wartel tersebut merupakan lokasi andalan di Kampung Kurima untuk urusan sinyal. Ibaratnya traveler mencari sinyal WiFi, wartel tersebut adalah salah satu lokasi sinyal di Kampung Kurima.
"Ya, kalau yang mau SMS-an atau terima pesan tinggal tempel saja handphonenya di tempat," ujar Markus.
Agaknya wartel darurat tersebut lebih berfungsi sebagai sarana komunikasi khusus para TNI yang berjaga di Kampung Kurima. Masalahnya, daerah Yahukimo yang menaungi Kampung Kurima merupakan salah satu daerah operasi Organisasi Papua Merdeka atau OPM.
Walau terkesan kurang aman, nyatanya saya dan rombongan malah dibuat kagum akan alam indah dan keramahtamahan penduduk sekitar. Belum lagi kelucuan anak-anak Papua yang ekspresif dan murah senyum.
Sungguh unik dan indahnya Bumi Papua. Kini tinggal tugas besar pemerintah untuk terus membangun Papua agar tidak tertinggal dengan daerah lainnya di Indonesia. Sampai kapan warga Kurima mengandalkan komunikasi dengan wartel ajaib seperti itu?
(rdy/adf)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun