Bali merupakan primadona pariwisata Indonesia. Lebih dari 3 juta turis dari berbagai negara datang ke sana tiap tahunnya. Pantai pasir putih yang ciamik, sunset yang romantis, kuliner menggoyang lidah, danau yang biru sampai gunung yang menjulang tinggi semua ada di Pulau Dewata.
Begitu pun soal fasilitas pariwisata. Bali begitu mudah didatangi karena banyak pesawat yang terbang ke sana. Ada 19 penerbangan internasional yang terbang langsung ke sana tanpa lewat Jakarta. Penginapan kelas melati sampai hotel berbintang serta aneka rumah makan ada banyak di sana. Rental kendaraan untuk jalan-jalan keliling Bali juga banyak tersedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Banyak sesajen
Hampir di tiap sudut jalanan, bangunan termasuk di tempat-tempat wisata seperti di pantai pasti kamu melihat sesajen. Sesajen yang isinya bermacam bunga dalam wadah janur (canang sari).
Mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu yang mana mereka mempercayai dewa, roh atau penunggu tempat. Sesajen itu berfungsi sebagai bentuk persembahan yang sebelumnya sudah didoakan agar mendatangkan kebaikan dan menolak bencana.
Sebagai traveler dan pendatang di Bali, kamu harus menghormati kepercayaan mereka. Jangan sampai menginjak sesajen di jalanan. Kalau tidak sengaja, segeralah berminta maaf.
2. Saat Hari Raya Nyepi, wisata di Bali libur
Ketika hari libur tanggal merah karena Hari Raya Nyepi, bukan berarti saatnya jalan-jalan ke Bali. Justru saat itulah, kamu harus mengurungkan niat karena ketika Hari Raya Nyepi, semua aktivitas akan libur termasuk pariwisata.
Saat Hari Raya Nyepi, penduduk setempat yang mayoritas beragama Hindu akan berdiam diri di dalam rumah. Mereka yang beragama lain, akan menghormatinya dengan tidak melakukan hal-hal yang mengeluarkan suara kencang dan lain-lain. Begitu pun, turis akan melakukan hal yang sama.
Malah, penerbangan ke Bali baik dalam negeri atau internasional juga tutup selama perayaan Hari Raya Nyepi. Semuanya dilakukan demi menghormati umat Hindu yang sedang berdiam diri menyambut Tahun Baru Saka dalam kpercayaan mereka.
3. Pantai Kuta, paling ramai tapi tetap dikunjungi orang
Walau berjejer pantai-pantai yang punya pemandangan indah, rasanya belum afdol kalau ke Bali tapi belum menginjak pasir Pantai Kuta. Inilah pantai yang masuk dalam destnasi wajib wisatawan saat ke Pulau Dewata.
Siang, sore dan malam hari, Pantai Kuta akan dipenuhi oleh wisatawan dalam dan luar negeri. Ketika siang hari, biasanya banyak yang bermain surfing. Saat sore, banyak yang hunting foto berburu sunset. Ketika malam, tak sedikit yang hanya duduk-duduk di pantainya.
Walau ramai, tetap saja Pantai Kuta didatangi wisatawan. Tapi kalau mau merasakan Pantai Kuta yang sepi, coba deh datang sekitar pukul 0.00-07.00 WITA. Pantai Kuta baru benar-benar sepi!
4. Tato dan kepang rambut
Masih di Pantai Kuta, atau beberapa pantai lainnya di Bali, kamu bakal berjumpa dengan orang-orang yang menawarkan jasa tato dan kepang rambut. Untuk tato, bukan tato sungguhan melainkan tato temporer.
Saat sedang menghabiskan waktu di pantai, pasti ada pria atau wanita yang akan mendekati dan menawarkan dua hal tersebut. Harganya mulai belasan sampai puluhan ribu rupiah. Tidak terlalu mahal-mahak amat memang.
Kalau tidak mau, cukup bilang saja terimakasih. Tenang saja, kebanyakan dari mereka tidak akan memaksa sehingga kamu tidak nyaman. Tapi kalau sampai ada yang begitu, ya sudah geser tempat saja.
5. Malam Minggu di Bali = Macet
Macet tidak hanya terjadi di Jakarta, atau di kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa. Di Bali, macet juga kerap terjadi khususnya di kawasan Bali bagian selatan seperti kawasan Kuta, Seminyak dan Legian. Apalagi jika malam Minggu!
Kawasan-kawasan tersebut memang terkenal dengan deretan kafe, klab malam sampai bar yang punya beragam tema hiburan seperti khusus musik reggae, musik electronic dan lain-lain. Wisatawan dalam dan luar negeri bebas memilih tempatnya sesuai selera dan kocek. Ketika malam Minggu, tempat-tempatnya bisa buka sampai pagi.
Tak ayal, kemacetan panjang akan terjadi. Naik motor atau mobil, kamu bisa berjam-jam di kendaraan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya pilih tempat hang out untuk malam Minggu yang lokasinya tidak jauh dar penginapan. Kamu pun datangnya bisa jalan kaki, sekaligus irit dan tidak terjebak macet.
6. Naik taksi, jarang yang pakai argo
Jika naik taksi di Bali, jangan kaget ya kalau kebanyakan taksi di sana tidak memakai argo. Biasanya, sang supir taksi akan langsung memberikan harga saat tahu akan ke mana tujuan kita.
Hal itu sudah menjadi sesuatu yang umum di Bali. Taksi memang menjadi salah satu opsi pilihan di sana, setelah penyewaan mobil dan sepeda motor. Ada baiknya, kamu tawar menawar dulu sebelum degan supir taksinya sebelum jalan.
7. Bikini dan bikini
Bali sudah menjadi destinasi terkenal bagi turis mancanegara. Maka jangan terkejut, jika kamu melihat banyak turis yang wara-wiri di pantai hanya berbikini saja.
Para turis pria, ada yang hanya bertelanjang dada bahkan wara-wiri di luar kawasan pantai pun masih bertelanjang dada. Sedangkan turis wanita, menikmati matahari pantai sambil berbikini. Tidak hanya di Kuta, tapi suasana ini juga dijumpai di berbagai pantai lain.
Mereka menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar, toh mereka ke Bali tujuannya untuk liburan. Tapi bagi kamu yang baru pertama kali ke Bali dan melihat pemandangan seperti itu, harap maklum ya.
(shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong