Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Nov 2015 12:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengintip Sekolah di Sorong yang Dulunya Penjara Belanda

Kurnia Yustiana
detikTravel
Bekas penjara Belanda (Kurnia/detikTravel)
Bekas penjara Belanda (Kurnia/detikTravel)
Sorong - Banyak gedung bersejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri di Pulau Doom, Sorong. Salah satunya adalah komplek bekas penjara yang sekarang difungsikan sebagai sekolah.

Pulau Doom di Sorong sempat dijadikan pusat pemerintahan pada masa pejajahan Belanda. Mereka pun membangun banyak bangunan penunjang di Pulau Doom. Puluhan tahun setelah penjajahan berakhir, bangunan peninggalan Belanda pun masih bisa dilihat di pulau ini.

Dengan banyaknya gedung peninggalan zaman kolonial, Pulau Doom disebut juga sebagai Kota Tua Sorong. detikTravel pun berkunjung ke Pulau Doom beberapa waktu lalu. Banyak gedung peninggalan Belanda yang sudah direnovasi, tapi tak sedikit yang masih menonjolkan bentuk aslinya.

Dari berbagai bangunan di Pulau Doom, terdapat sebuah gedung yang menarik perhatian. Bangunan itu tampak sederhana, kuno dan memiliki gerbang berjeruji besi seperti sebuah penjara.


(Kurnia/detikTravel)

"Ini gedung Belanda. Dulunya penjara sekarang (menjadi) sekolah," ujar Benny, seorang warga Pulau Doom sembari menunjuk ke arah gerbang.

Ya, kini bekas penjara itu telah menjadi sebuah sekolah, SMA 4 Doom. detikTravel pun mencoba masuk ke dalam gerbang ala penjara yang berwarna biru itu. Seorang wanita berseragam yang tampaknya adalah guru mempersilahkan untuk masuk.

Ketika dimintai keterangan, wanita yang tidak menyebutkan namanya itu mengatakan bahwa di area sekolah ini ada gedung penjara yang masih asli, ada juga yang sudah direnovasi. Bagian yang sudah direnovasi digunakan sebagai kelas untuk murid belajar. Sisanya, masih benar-benar dibiarkan apa adanya tanpa direnovasi.


(Kurnia/detikTravel)

Gedung yang telah direnovasi dicat putih dan letaknya ada di seberang gerbang. Para murid pun tampak sedang belajar karena saat itu belum memasuki waktu istirahat. Jika berdiri di depan gerbang dan menoleh ke kanan, terlihatlah bangunan penjara yang sebenarnya.

Penjara itu sudah tidak utuh, hanya tinggal reruntuhan. Jeruji besi yang berkarat masih ada yang menempel kuat di dinding yang catnya terkelupas dan sudah tak beratap. Kesan angker pun sekilas muncul ketika berjalan di sekitar bekas penjara tersebut.

Namun, para murid yang belajar di sana tampak baik-baik saja. Mereka tetap memenuhi bangku di kelas da belajar dengan baik, padahal pemandangan bekas penjara kuno itu harus disaksikan setiap hari. Satu dua murid yang di luar kelas pun terlihat santai saja ketika berjalan melewati penjara. Bisa jadi, semangat belajar mereka menaklukkan segala kesan angker dari gedung bekas penjara.


(Kurnia/detikTravel)

Nah, traveler yang ingin melihat gedung sekolah bekas penjara ini, bisa datang langsung ke lokasi. Mintalah izin sebelum masuk gerbang dan jangan membuat suara gaduh agar tidak menggangu konsentrasi murid yang sedang belajar.

Cara ke sana:

Dari Kota Sorong, naik angkot kuning yang biasa disebut taksi dengan ongkos Rp 5.000 sampai ke pelabuhan. Kemudian naik perahu kecil hingga dermaga di Pulau Doom seharga Rp 5.000 per orang. Untuk ke sekolah, Anda bisa jalan kaki atau naik becak dari tepian dermaga.

(krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED