Batik tak hanya menjadi oleh-oleh dari Jawa saja, tapi juga Belitung. Negeri Laskar Pelangi itu mempunyai batik dengan beragam motif khas yang tak kalah indah dari daerah lain.
Batik identik dengan Indonesia. Warisan budaya bangsa ini dominan menyebar di Jawa. Kini masyarakat Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, patut bangga lantaran memiliki batik beraneka motif.
Kegiatan produksi batik daerah berjuluk Negeri Sejuta Pelangi ini bermarkas di Jalan KA Bujang No 22, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Tempat bernama Sanggar Batik de Simpor ini berdiri sejak 5 Oktober 2012. Letak bangunannya tepat di pinggir rumah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Sejumlah awak media peserta 'Jurnalis Trip 2015' yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Belitung Timur berkesempatan melirik proses membatik di sanggar tersebut pada hari Senin (23/11/2015).
Batik identik dengan Indonesia. Warisan budaya bangsa ini dominan menyebar di Jawa. Kini masyarakat Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, patut bangga lantaran memiliki batik beraneka motif.
Kegiatan produksi batik daerah berjuluk Negeri Sejuta Pelangi ini bermarkas di Jalan KA Bujang No 22, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Tempat bernama Sanggar Batik de Simpor ini berdiri sejak 5 Oktober 2012. Letak bangunannya tepat di pinggir rumah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baban/detikTravel)
"Ada empat yang sudah dipatenkan yaitu motif simpor, cempedik, katis rambai dan gelas kopi," ujar Ketua Sanggar Batik Simpor Ira Afriliana saat berbincang dengan wartawan.Meski kiprahnya tergolong anyar, mereka bersemangat menciptakan motif batik unik bernuansa mewakili Belitung Timur. Ira menjelaskan, simpor merupakan tumbuhan hutan berdaun lebar yang khas di Belitung. Katis rambai berupa daun pepaya yang buahnya kecil menjuntai.
"Kalau cempedik ialah jenis ikan berukuran kecil berpopulasi di sungai. Cempedik itu ikan yang hanya ada di Belitung. Nah, motif gelas kopi karena Belitung Timur ini dikenal dengan julukan Seribu Satu Warung Kopi," tutur Ira.
(Baban/detikTravel)
Pengunjung bertandang ke Sanggar Batik de Simpor dapat melihat langsung proses membuat kain batik khas Belitung Timur. Beberapa perempuan tergabung PKK nampak cekatan menghiasi kain-kain mori dengan ragam motif. Kain dibentangkan di atas meja dengan bawahannya dilapisi bahan empuk.
Perempuan lainnya mencengkeram erat alat cap atau stempel besar yang didesain sesuai pola gambar motif. Bagian bawah stempel yang terbuat dari tembaga itu dicelupkan ke lilin yang cair, lalu mencapkannya ke kain mori.
"Kami buat batik menggunakan cara cap. Tentu kami juga produksi batik tulis," ucap Ira.
Dia menuturkan, harga kain batik motif ciri khas Belitung Timur tersebut bervariasi mulai Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. Ukuran kainnya 2 m x 30 cm.
(Baban/detikTravel)
"Tiap harinya batik yang diproduksi mencapai 25 potong. Untuk saat ini, penjualannya mengandalkan kedatangan wisatawan ke galeri," ujar Ira.
Dia menyebut, batik karya Belitung Timur sudah digunakan oleh sejumlah pejabat negara di antaranya Presiden Joko Widodo dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Pejabat-pejabat kementerian juga banyak yang pakai," ucap Ira.
Dia dan rekan-rekannya di Sanggar Batik Simpor terus berinovasi guna mencari motif-motif baru lainnya. Menurut Ira, ada beberapa motif yang sudah dibidik.
"Rencana kami membikin motif rumah adat dan sahang atau lada," kata Ira.
Gerai ini beroperasi mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Selain bisa melihat cara membuat dan belanja batik, pengunjung juga bisa belanja aneka suvenir serta menikmati makanan dan minuman di tempat tersebut.
(bbn/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru