Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Des 2015 13:33 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengintip Isi Rumah di Gambar Uang Rp 10 Ribu

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Masuk ke dalam Rumah Limas khas Sumatera Selatan (Wahyu/detikTravel)
Masuk ke dalam Rumah Limas khas Sumatera Selatan (Wahyu/detikTravel)
Palembang - Rumah Limas adalah rumah tradisional yang gembarnya terpampang di uang Rp 10 Ribu. Namun jangan berhenti untuk berfoto di depan saja, masuk juga ke dalam dan lihatlah isinya yang melambangkan budaya luhur Sumatera Selatan.

detikTravel berkesempatan mengunjungi Rumah Limas dan mengintip isinya di sela-sela meliput lomba dayung Internasional Musi Triboatton 2015 yang digelar di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Rumah Limas ini terletak di bagian belakang Museum Balaputra Dewa dan menjadi koleksi terbesar yang dimiliki oleh museum tersebut.

detikTravel pun melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah Limas. Namun sebelum melangkah lebih jauh ke dalam, wajib hukumnya untuk mencopot alas kaki, karena Rumah Limas bagi penduduk Palembang merupakan tempat yang disucikan untuk beraktivitas dan juga beribadah.


Grobok Leket, lemari yang menyatu ke dinding (Wahyu/detikTravel)

Setelah masuk ke dalam rumah, traveler akan disambut dengan Pagar Tenggalong. Pagar Tenggalong ini terletak di bagian depan rumah. Bentuknya seperti teralis jendela, namun terbuat dari kayu di bagian luarnya, dan dilapisi lagi oleh teralis besi di bagian dalamnya.

"Pagar Tenggalong ini fungsinya seperti Kaca Rayban. Dari luar kalau melihat ke dalam terlihat gelap, tetapi kalau dari dalam melihat keluar akan kelihatan terang," ujar Beny Pramana Putra, pemandu yang menemani detikTravel berkelilng museum ini pekan lalu.

Setelah melihat Pagar Tenggalong, keunikan selanjutnya ada di bagian rumah yang bernama Lawang Kipas. Bagian ini berfungsi sebagai penyekat ruangan depan atau teras, dengan ruangan utama yang terletak di tengah rumah. Terbuat dari papan kayu dan bisa dinaikkan ke atas untuk dikaitkan ke bagian langit-langit rumah.

"Lawang Kipas ini bisa dibuka ke atas. Kalau ada hajatan biasanya dibuka, agar ruangan lebih luas. Bisa juga ditutup, ruangan depan ini nantinya akan jadi teras tempat anak-anak muda berkumpul," tambah Beny.


Meja Kursi yang pernah diduduki Ratu Belanda (Wahyu/detikTravel)

Lanjut ke bagian berikutnya adalah ruang tamu, di sana ada meja dan kursi yang sudah ada sejak jaman Belanda. Ratu Beatrix dari Belanda bahkan pernah duduk di kursi ruang tamu ini. Ada banyak perabotan di ruang ini, antara lain kursi singgasana untuk pengantin, timbangan cinta, kulkas tradisional, radio dan pemutar piringan hitam dari tahun 1896, hingga piano antik yang masih berfungsi hingga sekarang.

Total ada sekitar 6 kamar di dalam Rumah Limas ini. Ada yang berfungsi sebagai kamar tidur pengantin, kamar tidur utama, serta ada pula kamar pembantu di bagian belakang rumah. Semuanya punya ciri khas tersendiri, beberapa kamar dilengkapi Grobok Leket, yaitu lemari penyimpanan yang menyatu dengan dinding rumah.

Traveler yang penasaran ingin mengintip isi Rumah Limas bisa langsung datang ke Museum Balaputera Dewa yang beralamat di Jalan Srijaya I No 288, Alang Alang Lebar, Sukaramai, Sumatera Selatan. Buka mulai hari Selasa sampai Sabtu, pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan di hari Minggu dari jam 08.00 sampai 15.00 WIB.


(Wahyu/detikTravel)

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED