Rumah Tradisional Keren di Palembang, Tahan Gempa!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rumah Tradisional Keren di Palembang, Tahan Gempa!

Wahyu Setyo - detikTravel
Rabu, 23 Des 2015 08:20 WIB
Rumah Tradisional Keren di Palembang, Tahan Gempa!
Foto: Wahyu/detikTravel
Palembang - Kalau liburan ke Palembang, pastikan mampir ke Museum Balaputra Dewa. Di sana ada Rumah Ulu, inilah rumah tradisional yang unik karena tahan guncangan gempa!

Kearifan lokal masyarakat suatu daerah bisa dilihat dari bangunan rumah yang ditinggalinya. Dari daerah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan ada sebuah rumah yang desainnya bisa tahan terhadap gempa, baik gempa teknonik maupun vulkanik.

detikTravel menjumpai rumah tahan gempa ini di sela-sela meliput ajang Musi Triboatton 2015 pekan lalu. Tapi tidak usah jauh-jauh ke daerah Kabupaten OKU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Ulu bisa dijumpai di bagian belakang Museum Balaputra Dewa, Palembang. Letaknya tak jauh dari rumah Limas yang gambarnya terpampang di uang pecahan Rp 10 ribu itu.

"Ini adalah rumah tradisional dari Ogan Komering Ulu. Disebut Rumah Ulu karena letaknya ada di Hulu Sungai Musi. Rumah ini tahan gempa lho," ucap Beny Pramana Putra, pemandu yang menemani detikTravel berkeliling Museum Balaputra Dewa.

Tiang di atas tumpukan batu (Wahyu/detikTravel)

Beny -begitu ia akrab disapa- kemudian menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana mekanisme rumah tersebut sehingga mampu menahan gempa. Menurutnya, desain struktur pondasi rumah panggung milik Rumah Ulu adalah kunci yang memungkinkan rumah ini tidak mudah roboh sewaktu gempa, tidak seperti rumah panggung biasa, ataupun rumah Limas.

"Rahasianya ada di sini, di pondasi. Tiangnya diletakkan di atas tumpukan batu, sehingga batu itu berfungsi seperti roda. Kalau ada gempa, rumah ini hanya akan bergoyang saja, tidak akan roboh," terang Beny.

Struktur pondasi rumah yang terbuat dari kayu juga bisa meredam goncangan gempa dan menyebarkannya ke berbagai penjuru arah. Semua itu berkat 3 buah patahan kayu, yang disusun secara khusus, guna mengurangi efek getaran gempa.

"Kayu ini ada 3 patahan yang disusun seperti ini, fungsinya untuk meredam goncangan dan menyebarkannya ke berbagai arah. Walaupun satu roboh, yang lain tetap bisa menopang," ucap Beny.

Struktur 3 buah kayu yang ditumpuk (Wahyu/detikTravel)

Kata Beny, rumah tradisional seperti ini masih bisa dijumpai di Ogan Komering Ulu Selatan, atau pun di Kota Prabumulih. Rumah Ulu ini sangat awet karena menggunakan jenis kayu yang semakin terendam air akan semakin kuat. Selain itu, dilakukan perawatan khusus dengan dioles pernis agar makin awet.

"Kayu rumah ini berwarna hitam karena dipernis pakai oli dan solar agar tidak dimakan rayap, selain itu bisa juga dengan diasap. Usia rumah ini diperkirakan sudah 200 tahun," imbuhnya.

Simbol roda di bagian bawah rumah (Wahyu/detikTravel)

Fakta menarik lainnya adalah, adanya simbol roda yang terukir di bagian bawah kayu pondasi rumah. Ternyata simbol ini bukan sembarang simbol. Simbol roda itu adalah pertanda bahwa rumah ini juga berfungsi sebagai rumah singgah bagi para penunggang kuda atau pun penarik pedati.

"Dulu, ada banyak penunggang kuda dan pedati yang mengembara. Mereka biasanya punya perkumpulan tersendiri dan menjadikan Rumah Ulu sebagai persinggahan. Biasanya rumah yang jadi tempat istirahat punya simbol roda di tiang kayunya," lanjut Beny.

Traveler yang penasaran dengan Rumah Ulu yang tahan gempa, bisa liburan ke Palembang dan mampir ke Museum Balaputra Dewa. Rumah ini menjadi bukti nyata betapa kearifan lokal wajib kita jaga agar tetap lestari hingga nanti. (sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads