detikTravel berkesempatan mengunjungi Rumah Limas atau biasa disebut Museum Rumah Bari pekan lalu. Museum berbentuk rumah khas Sumatera Selatan ini terletak di bagian belakang Museum Balaputra Dewa, Palembang.
Dari sekian banyak benda yang tersimpan di dalam Rumah Limas, menurut detikTravel benda yang paling menarik adalah sebuah 'kulkas' tradisional yang terbuat dari kayu. Tanpa listrik, komponen elektronik, dan 100% alami tentunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Kulkas' tradisional (Wahyu/detikTravel)
Beny Pramana Putra, pemandu yang menemani detikTravel berkeliling menjelaskan tentang fungsi dan cara kerja alat pendingin unik ini. Menurut pengetahuannya, 'kulkas' ini dulunya dipakai untuk menyimpan botol air minum para Bangsawan atau pun saudagar China agar tetap dingin dan segar ketika akan disajikan.
"Biasanya, botol air minum ditaruh di dalam sini pada malam hari, kemudian kulkas ini ditutup. Keesokan paginya ketika diambil, air sudah dingin. Bisa dingin karena prinsip kondensasi udara," ucap Beny.
Sebenarnya tidak ada rahasia apa pun di dalam 'kulkas' ini. Tidak ada komponen elektronik, semuanya terbuat dari kayu, dengan ukiran emas khas Kerajaan Sriwijaya di bagian tutupnya. Tutupnya sendiri ada 4 buah, 2 bisa dibuka ke atas dan 2 bisa dibuka ke samping. Sementara di bagian dalam ada tempat botol air, yang muat hingga 8 buah botol.
Tempat botol air, muat hingga 8 botol (Wahyu/detikTravel)
Kuncinya ada pada proses kondensasi udara. Suhu udara yang cenderung turun di malam hari dimanfaatkan untuk membuat botol air menjadi dingin di keesokan paginya. Suhu dingin tersebut diperangkap di dalam 'kulkas' yang setelah ditutup ternyata menjadi kedap udara.
Jenis kayu yang digunakan untuk membuat jenis 'kulkas' ini juga diperkirakan memberikan pengaruh terhadap kenapa alat pendingin tradisional ini bisa bekerja. Beberapa jenis kayu memang diketahui mempunyai kemampuan untuk menyimpan kelembaban air, sehingga bisa membuat udara lebih sejuk.
Namun sayang, mengenai kemungkinan ini, Beny tidak bisa menjawab. Dia mengaku kurang tahu jenis kayu yang digunakan untuk membuat 'kulkas' tersebut.
"Wah, saya kurang tahu pakai kayu apa ini. Yang jelas, botol kalau dimasukkan ke dalam sini akan jadi dingin," tutup Beny.
Ukiran relief di tutup kulkas (Wahyu/detikTravel)
(rdy/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat