Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Jan 2016 09:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Spot Foto yang Yogya Banget, Cek 6 Tempat Ini

Afif Farhan
Redaksi Travel
Foto: Benteng Vredeburg, rasa Belanda di Yogya (Fabian Januarius Kuwado/dTraveler)
Foto: Benteng Vredeburg, rasa Belanda di Yogya (Fabian Januarius Kuwado/dTraveler)

FOKUS BERITA

Wisata Foto Yogyakarta
Yogyakarta - Liburan ke Yogyakarta, ada sejumlah landmark yang harus Anda foto. Berikut, tempat-tempat foto yang Yogya banget.

Memang, ada banyak destinasi yang sedang hits di sekitar Kota Yogya seperti Gunungkidul dengan deretan pantai yang indah. namun tetap saja, ada tempat-tempat yang dinilai paling wajib dikunjungi kalau sedang melancong ke Kota Gudeg tersebut.

Disusun detikTravel, Kamis (21/1/2016) berikut 6 tempat foto-foto yang Yogya banget.


(Ndro Morrow/dTraveler)

1. Tugu Yogya

Tugu Yogya adalah landmark Kota Yogya yang paling terkenal. Tugu ini lokasinya tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan AM Sangaji dan Jalan Diponegoro.

Sejarah mencatat, Tugu Yogya dibangun pada sekitar 3 abad lalu setelah Keraton Yogya dibangun. Arti dari tugunya adalah Manunggaling Kawula Gusti, yakni semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan.

Tugu Yogya punya tinggi 15 meter yang mana lebih pendek dari yang semula setinggi 25 meter. Asal tahu saja, tugu ini pernah hancur kala gempa bumi di dahsyat di tahun 1867. kemudian, direnovasi kembali lagi oleh pemerintah Belanda sekitar 10 tahun setelahnya.

Hingga kini, Tugu Yogya dikenal sebagai landmark dari Kota Yogya. Wisatawan, mahasiswa atau pekerja yang tinggal sementara di Yogya, punya tradisi memeluk atau mencium tugunya. Dengan harapan, bisa kembali lagi, ke Yogya.

Sebaiknya, kamu berfoto-foto di sini saat pagi hari atau malam hari. Mungkin sebelum pukul 07.00 WIB, kala belum banyak kendaraan yang lalu-lalang. Malam hari bisa di atas pukul 21.00 WIB. Silakan berfoto sepuasnya, serta perhatikan juga kendaraan yang melintas. Keselamatan nomor satu.


(Fitraya/detikTravel)

2. Malioboro

Jl Malioboro di pusat Kota Yogya juga merupakan tempat foto-foto di Yogya. Biasanya, wisatawan akan mencari plang bertuliskan 'Jl Malioboro' dan mengabadikan diri berfoto di sana.

Namun sudah pasti, tak lengkap kalau ke Malioboro tanpa wisata kuliner atau belanja. Deretan kios yang menjajakan suvenir dan warung makan, siap menyambut kamu. Pasti tergoda!

Apa saja sih suvenir yang bisa dibeli di sana? Silakan pilih, mulai dari kaos, batik, aksesoris, tas, sepatu sampai miniatur-miniatur kendaraan tempo dulu atau bangunan bersejarah di Yogya seperti Candi Prambanan. Bahkan, aneka jenis kerajinan perak bisa kamu temui.

Malioboro pun bagaikan garis imajiner tegak lurus, yang menghubungkan Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi. Tak ayal, masyarakat setempat banyak menyebut bahwa Malioboro adalah jantungnya Yogya'.


(Fitraya/detikTravel)

3. Keraton Yogya

Dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755, keraton Yogya bagaikan museum yang tak ternilai harganya. Di sinilah, budaya Yogya dan Jawa pada umumnya tersimpan dengan baik. Inilah rumah Sultan Yogya yang menjadi destinasi wisata sekaligus tempat foto-foto yang Yogya banget.

Bentuk dan arah bangunan keraton pun mempunyai arti tersendiri. Keraton ini dibangun menghadap langsung ke arah utara Gunung Merapi dan di bagian Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia yang diyakini sebagai tempat tinggal Nyi Loro Kidul, Ratu Laut Selatan.

Jika ditarik garis lurus, maka Gunung Merapi, Keraton yogya, Jalan Malioboro, dan Samudera Hindia, akan berada dalam suatu garis. Hal ini pun menandakan keseimbangan, keharmonisan, dan juga keistimewaan. Keraton Yogya sendiri berlokasi di Jl Rotowijayan 1, atau tepatnya di alun-alun selatan Yogya.

Di dalam keraton terdapat paviliun, bangsal, hingga ruangan luas di setiap sudut keraton yang digunakan untuk upacara-upacara khusus. Ada Museum Sri Sultan Hamangkubuwono XI. Museum ini berisi koleksi barang-barang peninggalan sultan berupa pakaian, foto-foto, lukisan dan barang-barang antik lainnya.

Ada pula Museum Batik dan Museum Kristal. Di Museum Kristal, terdapat barang-barang milik sultan seperti piring, sendok, dan lainnya yang terbuat dari kristal.

Kamu juga dapat menyaksikan pagelaran kebudayaan khas Jawa seperti pertunjukan gamelan, pentas tari-tarian, hingga pagelaran wayang kulit. beda hari, beda pula pementasannya.

Keraton Yoggya buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai 14.00 WIB. Tiket masuknya, sebesar Rp 5 ribu saja. Jangan lupa untuk berfoto di depan keratonnya dan bertemu abdi dalem, sang pelayan sultan yang masih mempertahankan tradisi luhur.


(Dicky/detikTravel)

4. Beringin kembar

Jangan buru-buru pulang kala mampir di Keraton Yogya. Tepat di depannya, ada satu lagi spot foto yang 'Yogya banget'. Apalagi kalau bukan, pohon beringin kembar!

Mitos yang beredar, barangsiapa yang berjalan lurus tanpa melenceng melewati ruang antara dua pohon beringinnya maka akan mendapat rezeki yang lancar. Usut punya usut, itu merupakan suatu tradisi yang bernama Masangin. Silakan baca sejarah lengkapnya di sini (https://travel.detik.com/read/2013/11/21/094627/2419232/1519/mitos-beringin-kembar-paling-terkenal-di-yogyakarta)

Terlepas dari itu, pohon beringin kembar sudah jadi incaran traveler untuk berfoto-foto. Coba deh, kamu berfoto di sana dan tunjukan kepada teman yang suka traveling. Pasti mereka bilang, "Ini beringin kembar di Yogya ya?"


(Fitraya/detikTravel)

5. Benteng Vredeburg & Pasar Beringharjo

Dua destinasi yang lokasinya saling berdekatan di Yogya, adalah Benteng Vredeburg dan Pasar Beringharjo. Yang pertama di jl Jendral A Yani No 6 dan satu lagi Jl Pabringan 1. Cuma 100 meter jarak keduanya.

Inilah dua destinasi yang juga merupakan spot foto yang 'Yogya banget'. Dua-duanya pula, merupakan bangunan bersejarah yang masih eksis sampai sekarang.

Kita kenali dulu Benteng Vredeburg, yang merupakan benteng peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1760. Pada masa penjajahan, benteng ini difungsikan sebagai alat pengontrol Keraton Yogya agar tidak mengganggu kekuasaan kolonial saat itu. Sebab, saat itu Yogya sedang dalam perkembangan pembangunan yang pesat, sehingga Belanda khawatir akan pemberontakan.

Bentuk benteng ini bergaya ala benteng-benteng di Eropa. Tembok yang kokoh dan pilar-pilar besar menghiasi tiap sudutnya. Berfoto-foto di sini, serasa bukan seperti berada di Yogya saja. Oh ya, jangan lupa mampir ke Museum  Benteng Vredeburg yang ada di dalamnya karena menyimpan diorama dan sejarah perjuangan masyarakat Yogya melawan penjajah Belanda.

Lalu, lanjut ke Pasar Beringharjo. Selain Malioboro, pasari tradisional ini juga merupakan pusat oleh-oleh khas Yogya. Jangan kaget ya, kalau ternyata Pasar Beringharjo sudah ada sejak tahun 1758 dan masih tetap berfungsi menjadi pasar sampai sekarang!

Asyiknya, harga barang-barang di Pasar Beringharjo lebih murah dibanding di Malioboro. Di sana, kamu bisa menemukan batik, baju, tas, aksesoris, barang-barang antik, hingga bumbu dapur. Jangan lupa, untuk berpose di depan pasarnya ya, jepret!


(Dicky/detikTravel)

6. Taman Sari

Berlokasi di Jl Taman yang dekat dengan Keraton Yoggya selamat datang di Taman Sari. Inilah yang pada ratusan tahun lalu merupakan tempat sultan beristirahat dan menyambut tamu, kini menjadi 'surga' fotografer.

Taman Sari juga memiliki julukan lain bernama Istana Air. Tak heran, begitu memasuki tampat ini, hamparan kolam yang besar akan menyambut wisatawan. Kolam ini ternyata dulunya merupakan kolam pemandian selir-selir sultan.

Kolamnya besar-besar dan air di dalamnya terlihat berwarna biru. Menariknya lagi, arsitektur Taman Sari merupakan perpaduan gaya Eropa dan Jawa. Berfoto-foto di dalamnya, artinya kamu sudah sah menapakan kaki di Yogya.

Jangan lupa, di dalamnya juga terdapat masjid bawah tanah. Masjid bawah tanah ini mempunyai bentuk yang unik. Selain letaknya di bawah tanah, masjid ini berbentuk melingkar dengan dua lantai serta terdapat lorong-lorong yang menggagumkan. Lorong-lorong itulah yang juga menjadi spot foto-foto.

Taman Sari mulai dibuka dari pukul 08.00 WIB. Tiket masuk ke dalamnya pun murah, cuma Rp 3 ribu saja. Pasti, kamu bakal berlama-lama di sana karena betah untuk berfoto-foto dengan berbagai angle di dalamnya. (aff/fay)

FOKUS BERITA

Wisata Foto Yogyakarta
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED