Event tahunan yang telah berusia 11 tahun ini akan berlangsung hingga 22 Februari 2016. Pada hari Minggu, 21 Februari mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun Alun Utara Yogyakarta akan dimeriahkan karnaval naga raksasa serta berbagai atraksi kesenian menarik lainnya.
Even tahun ini merupakan kerja sama dari Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) dengan Pemprov DIY dan Pemkot Yogyakarta. Kegiatan PBTY dipusatkan di Kampung Ketandan yang terletak di sebelah utara Pasar Beringharjo, Yogyakarta yang dikenal sebagai kawasan pecinan di Kota Yogyakarta.
Mulai saat ini di sepanjang jalan tempat berlangsung acara, pengunjung akan dimanjakan dengan beragam makanan khas Tionghoa serta pernak-pernik Imlek. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukkan wayang Po Tay Hee, serta berbagai lomba seperti lomba karaoke, lomba dongeng dan puisi berbahasa Mandarin.
"Acara ini untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2567 dan akan berlangsung hingga tanggal 22 Februari 2016 dengan puncak acara pada malam Cap Go Meh, atau akhir perayaan Tahun Baru Imlek," kata Ketua Umum PBTY XI, Tri Kirana Muslidatun kepada detikTravel, Jumat (19/2/2016).
Menurutnya acara ini ditujukan untuk menunjukan kekayaan budaya di Yogyakarta yang guyub, rukun, dan rukun, serta memberikan hiburan yang semarak bagi masyarakat Yogyakarta dan bisa menarik wisatawan untuk datang ke Yogyakarta.
"Setiap hari di kawasan Ketandan terutama di panggung seni selalu ada pertnjukkan. Masyarakat bisa menyaksikan kemeriah acara ini setiap sore," kata Ana panggilan akrabnya.
(bgs/fay)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun