Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Apr 2016 13:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tradisi Ceng Beng di Pangkalpinang, Sembahyang Kubur Warga Tionghoa

Triono Wahyu Sudibyo
Redaksi Travel
Tradisi Ceng Beng (dok Istimewa)
Tradisi Ceng Beng (dok Istimewa)
Pangkalpinang - Selain Imlek dan Cap Go Meh, warga Tionghoa masih memiliki tradisi Ceng Beng. Tradisi sembahyang kubur ini jadi daya tarik wisata di Pangkalpinang.

Dalam seminggu terakhir, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), banyak dikunjungi orang. Sebagian di antaranya warga Tionghoa dan bukan warga asli Pangkalpinang.

Mereka merayakan hari penting: Ceng Beng. Bagi sebagian orang, tradisi ini tidak sepopuler Imlek. Namun bagi warga Tionghoa beragama Kong Hu Cu, perayaan ini tak jauh berbeda dengan Hari Raya.

Pada umumnya Ceng Beng digelar pada 5 April atau 4 April di tahun kabisat. Pagi hari ini, Senin (4/4/2016), adalah puncak perayaan Ceng Beng.

Pemakaman Sentosa (dok Istimewa)


Di Pangkalpinang, lokasi perayaan berada di Pemakaman Sentosa yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari pusat kota. Pemakaman ini ada sejak 1935 dan hingga kini masih berfungsi. Luasnya 19 hektare.

Di sela warga membersihkan makam keluarga, tampak hadir Gubernur Babel Rustam Effendi dan Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah. Mereka menyambut sekaligus memberi ucapan selamat kepada pemeluk Kong Hu Cu.

Meski ada tenda dan kursi serta pejabat, tidak ada seremoni khusus. Warga membersihkan makam, sedangkan Gubernur dan Wali Kota memantau dan memastikan semua berjalan lancar.

Gubernur Babel dan Walikota Pangkalpinang (dok Istimewa)


Sebelum puncak perayaan Ceng Beng, pada Minggu (3/4) malam, warga Tionghoa ramai-ramai berziarah di makam leluhur. Tambah malam tambah semarak. Mereka membawa makanan, buah, dan lilin. Bahkan, mereka juga menerbangkan lampion ke langit.

Dari jauh, makam-makam di Pemakaman Sentosa seperti menyala. Sejumlah lampion menghias langit pemakaman. Menjelang Subuh, pesta kembang api digelar.

Wawan, panggilan Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah, Ceng Beng memiliki arti tersendiri bagi warga Tionghoa. Perayaan sama ramainya dengan momen lain, malah kadang lebih meriah.

Menerbangkan lampion (dok Istimewa)

Menyalakan lampion (dok Istimewa)

"Banyak perantau (dari luar kota dan luar negeri) pulang saat Ceng Beng," kata Wawan.

Tidak heran, penerbangan ke Pangkalpinang sangat ramai minggu-minggu ini. Bahkan pada hari kerja, kursi pesawat terisi penuh. Pangkalpinang, ibu kota Babel ini ditempuh dalam waktu 50 menit dari Jakarta dengan pesawat terbang.

Banyak perantau sengaja pulang kampung (dok Istimewa)
(fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Laporan dari Jepang

Foto: Secuil Rasa Amerika di Osaka

Senin, 20 Nov 2017 08:52 WIB

Pengaruh dan nuansa Amerika kental terasa di Amerika-mura. Inilah kawasan belanja, dimana anak-anak gaul Jepang terpengaruh gaya dan budaya negeri Paman Sam.