Kecamatan Lhoong di Aceh Besar terkenal sebagai salah satu daerah penghasil durian. Banyak perkebunan warga terdapat di sana. Pohon-pohon durian ditanam rapi. Penduduk di sana tidak langsung memetik durian dari pohon. Tapi menunggu hingga jatuh.
Begitu buah sudah menyentuh tanah, mereka mengambilnya dan kemudian dibawa turun ke bawah. Durian dapat dinikmati langsung di areal perkebunan ataupun di lokasi mana saja yang diinginkan. Pisau untuk membelah turut disediakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Durian yang baru diambil dari kebun (Agus Setyadi/detikTravel) |
Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam jika berangkat dari ibukota Provinsi Aceh. Sampai di Lhoong, traveler dapat singgah ke Desa Geunteut. Masuk ke dalam dari jalan lintas antar provinsi sekitar satu kilometer.
Di ujung desa, terdapat pondok-pondok yang menjual durian. Lokasi ini berjarak hanya sepelemparan batu dari perkebunan. Traveler dapat membeli durian langsung dari warga yang membawa turun dari kebun mereka.
Durian yang bisa langsung disantap (Agus Setyadi/detikTravel) |
Harga yang ditawarkan pun tergolong murah yaitu berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Tergantung ukurannya. Jika sanggup berjalan ke kebun, traveler dapat mencobanya. Tapi jika tidak, ya hanya menikmati lezat dan manisnya durian di pinggir sungai dekat kebun.
Meski demikian, durian di Lhoong Aceh Besar tidak selalu ada. Tergantung musim berbuah. Selain di kebun, pinggiran-pinggiran jalan menuju Lhoong juga banyak terdapat penjual durian.
"Tentu semua masyarakat sudah tahu bahwa Lhoong ini salah satu daerah penghasil durian di Aceh," kata Komandan Kodim 0101/BS Letkol Inf Mahesa Fitriadi saat "berburu" durian Lhoong, Senin (8/8/2016).
Saat detikTravel berkunjung ke Desa Geunteut, terlihat sejumlah pengunjung beragam usia sedang menikmati durian di pondok-pondok di sana. Mereka membeli durian dengan harga yang dapat ditawar. Jika membeli dalam jumlah banyak, tentu harganya bakalan lebih murah.
(Agus Setyadi/detikTravel) |
Selain itu, traveler juga dapat melihat aktivitas warga di sana. Masyarakat membawa turun durian dari perkebunan dengan mengikat pada kayu ukuran panjang dan ditaruh di atas bahu. Soal keramahan warga, patut diacungi jempol.
"Durian ini memang musiman, tapi menurut saya sangat bagus jika Lhoong ini dijadikan objek wisata makan durian," ungkap Mahesa.
Tertarik menikmati sensasi makan durian di lokasi perkebunan? Ayo ke Lhoong, Aceh Besar! (shf/shf)












































Durian yang baru diambil dari kebun (Agus Setyadi/detikTravel)
Durian yang bisa langsung disantap (Agus Setyadi/detikTravel)
(Agus Setyadi/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru