Sabtu petang (27/8/2016) sekitar 20-an d'Traveler, anggota komunitas detikTravel, tiba di Klenteng Hok Lay Kiong di Jl Kenari, Bekasi. Sebuah klenteng antik dengan ornamen naga di atap gerbang menyambut kami.
Ini adalah tempat yang unik karena memisahkan dengan jelas vihara untuk umat Buddha dan kelenteng untuk umat Konghucu dalam bangunan berbeda tapi bersebelahan. Pengurus klenteng dengan ramah menemani kami berkeliling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan aneka altar dewa yang ada, dan proses berdoa yang dilakukan oleh umat Konghucu yang berdatangan. d'Traveler pun diperkenankan bermain dengan kocokan ramalan nasib yang biasanya ada di klenteng.
Pelataran klenteng (Faya/detikTravel) |
Tanpa disadari, hujan mengguyur di luar klenteng. Kami pun bergegas menuju Masjid Agung Al Barkah untuk salat Magrib dan tuntaslah sudah city tour seharian keliling Bekasi.
"Piknik detikTravel ke Bekasi membuka mata , ternyata ada ya destinasi wisata di Bekasi , mulai dari yg wisata alam , peninggalan sejarah dan wisata kuliner," kata Bayu Fitri Hutami.
"Piknik ke Bekasi seru dan berkesan! Lihat mini Niagara (Curug Parigi-red) dan makan gabus pucung. Ternyata selain ngetop dibully karena macet, Bekasi punya tempat wisata yang oke lho," sambung Novi Kusumayanti.
Altar di dalam klenteng (Faya/detikTravel) |
Para d'Traveler juga cukup kritis. Mereka menyayangkan kurang pedulinya pemda terhadap objek wisata seperi Gedung Juang.
"Pikniknya menyenangkan dan seru. Sayang lokasi yang kita kunjungi belum dikelola dengan baik oleh pemda setempat sehingga kebersihan masih minus. Semoga dengan tayangnya berita dari detikTravel akan menjadi perhatian Pemda setempat untuk lebih mengangkat objek wisata di Bekasi," kata Viva Krisnamurti Purnama.
Amin... Sampai jumpa di kegiatan Piknik detikTravel selanjutnya!
d'Traveler menikmati suasana klenteng (Faya/detikTravel) |












































Pelataran klenteng (Faya/detikTravel)
Altar di dalam klenteng (Faya/detikTravel)
d'Traveler menikmati suasana klenteng (Faya/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong