Beda hewan, beda lagi suaranya. Kita semua tahu, komodo merupakan hewan asli Indonesia yang hanya ada di Pulau Komodo dan sekitarnya yang masuk dalam Taman Nasional Komodo di NTT. Kita juga tahu, betapa bahaya liur Si Naga Purba itu. Tapi apakah kita tahu, bagaimana suara komodo tersebut.
detikTravel pada beberapa pekan lalu dari tanggal 26-29 Oktober 2016 datang ke Labuan Bajo, NTT dalam acara 'Let's Explore Labuan Bajo with Garuda Indonesia'. Selama 4 hari perjalanan, hampir semua destinasi didatangi dari Pulau Padar, Rinca sampai Pulau Komodo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ian, pemuda berusia 24 tahun ini sudah tahu betul tentang komodo. Dari kecil hidupnya di Pulau Komodo, membuat dia tak asing tentang tingkah laku dan gelagat komodo yang mungkin jarang orang lain tahu. Seperti misalnya, ketika ditanya tentang suaranya komodo.
"Wah ini pertanyaan bagus. Jarang orang yang tanya tentang suaranya komodo, paling biasanya tanya tentang liurnya dan kemampuan mencium darah sejauh hitungan kilometer," katanya.
Ian langsung menjelaskan dan memeragakan suara komodo. Dengan membuka mulut lebar, memberatkan suaranya dan seperti menahan perut, dia berteriak 'aaaaahh...'.
"Ya kira-kira begitulah, suaranya berat. Sedikit ngeri juga sih kalau mendengar langsung dari komodonya," terang Ian.
Menariknya, menurut Ian komodo tidak bersuara setiap waktu melainkan hanya di saat-saat tertentu. Ini yang membuatnya berbeda dengan hewan-hewan lainnya. Hanya 3 saat-saat tertentu tersebut, komodo akan bersuara.
"Komodo hanya bersuara saat dia makan, saat kawin dan saat berkelahi sesama komodo di musim kawin," ujar Ian.
Sayangnya, ketiga momen tersebut juga susah dilihat. Untuk saat makan, mungkin bisa dilihat saat ada rombongan pemerintah datang ke sana dan para ranger menyiapkan atraksi memberi makan. Sisa keduanya, dilakukan komodo di dalam hutan yang jauh dari manusia.
"Memang sih komodo seringnya diam. Meski begitu, dia sangat sensitif terhadap suara dan akan tertarik datang jika ada kegaduhan. Makanya harus pelankan suara ketika datang ke sini," pungkas Ian. (aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar