Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Des 2016 14:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Liburan ke Bengkulu Pas 1 Muharram, Bisa Lihat Pawai Tabot

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: Tradisi Tabot menyambut Perayaan 1 Muharram di Bengkulu (Rohmat Fauzi/dTraveler)
Foto: Tradisi Tabot menyambut Perayaan 1 Muharram di Bengkulu (Rohmat Fauzi/d'Traveler)

FOKUS BERITA

Pesona Bengkulu
Bengkulu - Kalau liburan ke Bengkulu pas 1 Muharram, traveler bisa nonton festival budaya seru. Tabot namanya. Festival ini digelar untuk merayakan datangnya 1 Muharram.

Tabot, mungkin nama yang terdengar agak asing bagi sebagian traveler. Namun bagi warga Bengkulu, festival ini ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Tabot diselenggarakan untuk memperingati datangnya tanggal 1 Muharram, alias perayaan Tahun Baru Islam.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (15/12/2016), Tabot punya sejarah yang cukup panjang di Bengkulu. Diperkirakan tradisi Tabot dibawa oleh para pekerja Benteng Marlborough yang didatangkan Inggris dari Madras dan Benggala, India yang mayoritas menganut aliran Syiah.

Dilihat dari asal katanya, Tabot berasal dari Bahasa Arab Tabut yang berarti peti kayu. Konon, pemimpin dan penganut Syiah menggunakan Tabot untuk membawa jenazah Husein, cucu Baginda Nabi Muhammad SAW yang gugur di Padang Karbala.

Tabot yang sudah dihias akan diarak massa (Rohmat Fauzi/d'Traveler)Tabot yang sudah dihias akan diarak massa (Rohmat Fauzi/d'Traveler)


Kini, perayaan Tabot sudah mengalami asimilasi dan akulturasi kebudayaan dengan tradisi setempat. Dari yang semula untuk mengenang kematian Sayidina Husein bin Ali bin Abi Thalib, kini berkembang maknanya untuk memenuhi wasiat leluhur, dan juga memeringati Peringatan Tahun Baru Islam.

Tabot merupakan salah satu upacara peringatan masuknya bulan Muharram. Rangkaian acara Tabot dilaksanakan 10 hari dari tanggal 1 hingga 10 Muharram di Kota Bengkulu. Akan ada parade dan pawai menarik yang ditonton ribuan orang.

Dalam upacara Tabot, ada tradisi membuang Tabot yang sudah dihias dengan berbagai macam bentuk. Tabot yang sudah dihias lalu dibuang ke laut. Kemudian dalam perkembangannya, Tabot dibuang di rawa-rawa yang ada di sekitar pemakaman umum bernama Karbela. Makam ini dipercaya sebagai makamnya Imam Senggolo atau Syeikh Burhanuddin, penyebar agama Islam di Bengkulu yang pertama kalinya mengenalkan tradisi Tabot.

Tabot yang sudah dihias ini akan dibuang (Rohmat Fauzi/d'Traveler)Tabot yang sudah dihias ini akan dibuang (Rohmat Fauzi/d'Traveler)


Selain di Bengkulu, sebenarnya upacara Tabot juga dikenal di daerah Sumatera Barat. Namun bukan dengan nama Tabot, melainkan Tabuik. Daerah yang mengenal upacara Tabuik ini adalah di Pariaman.

Tabot jadi atraksi yang cukup menarik minat wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Namun ada kekhawatiran tradisi ini akan lenyap ditelan zaman. Maka sudah sepatutnya kita melestarikan tradisi Tabot di Bengkulu.

Tradisi Tabot dilangsungkan sampai malam (Rohmat Fauzi/d'Traveler)Tradisi Tabot dilangsungkan sampai malam (Rohmat Fauzi/d'Traveler)
(aff/aff)

FOKUS BERITA

Pesona Bengkulu
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Toilet Mewah ala Lawang Sewu

Minggu, 22 Okt 2017 09:52 WIB

Kalau liburan ke Semarang, kurang greget bila tidak mampir ke bangunan kuno bernama Lawang Sewu. Yang perlu traveler tahu, ternyata toilet Lawang Sewu mewah.