Berbeda dengan Cukang Taneuh atau Green Canyon, arus di sungai ini cukup tenang dan tidak terlalu berbahaya. Sehingga bagi pemula atau yang sekedar ingin melepas penat bisa bermain air sambil body rafting di lokasi yang tepatnya berada di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, atau sekitar 30 menit dari Pantai Pangandaran.
Menuju lokasi ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan mini bus, sementara untuk bus ΒΎ atau rombongan diharuskan parkir di pingir jalan raya kemudian melanjutkan menggunakan kendaraan yang lebih kecil. detikTravel pun sempat singgah ke sana pada hari Minggu kemarin (23/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi yang ingin membawa handphone, kamera, rokok, atau minum silahkan titipkan dan dimasukan ke dry bag. Dan selama perjalanan harus mengikuti aba-aba dan instruksi dari kita," ucap salah seorang pendamping, Asep, saat menjelaskan prosedur.
Harus jalan dulu menuju lokasi (Tri/detikTravel) |
Selanjutnya traveler harus berjalan menyusuri hutan dan tebing hijau sejauh satu hingga dua kilometer. Tak perlu khawatir, karena sepanjang perjalanan traveler akan disuguhkan dengan pemandangan yang keren dan tentunya instagenic.
Lelah berjalan, traveler bisa sejenak rehat di sebuah kolam buatan yang terdapat banyak sekali ikan kecil yang bias digunakan untuk terapi. Traveler cukup memasukan kaki ke dalam kolam, dan ikan akan dengan sendirinya menghampiri untuk memakan kulit-kulit mati.
Setelah bersantai, petualangan body rafting dimulai dari mulut Gua Taringgul. Di lokasi ini traveler bisa berenang ke dalam gua atau menguji adrenalin dengan menaiki akar pohon dan loncat dari ketinggian sekitar 10 meter.
Serunya basah-basahan! (Tri/detikTravel) |
Puas bermain di mulut gua atau loncat dari ketinggian, traveler akan diarahkan ke sebuah jeram setinggi dua meter yang harus dilompati. Usai lompat, traveler akan memulai petualangan body rafting dengan menyusuri sungai yang konon dulunya merupakan habitat dari buaya dan aneka monyet itu.
Sepanjang perjalanan traveler akan menemukan sejumlah rintangan mulai dari arus, jeram, atau bagi yang bernyali bisa mencoba meloncat dari atas pohon yang lebih tinggi dari loncatan di mulut gua sebelumnya.
Perjalanan body rafting pun berakhir setelah sampai di tepi bendungan. Dari bendungan itu, traveler akan diarahkan naik ke daratan dan beralih ke saluran irigasi yang arusnya sangat tenang hingga akhirnya kembali ke titik awal saat pertama kali mendapat pelampung dan bertemu pendamping.
Main perosotan! (Tri/detikTravel) |
Bagi yang sudah pernah merasakan body rafting di Green Canyon tentu akan merasakan sensasi berbeda saat berada di Citumang. Selain jalur yang lebih pendek, aliran air Citumang juga tidak 'seganas' di Green Canyon. Meski begitu traveler harus tetap waspada dan mengikuti semua instruksi dari pendamping.
(rdy/rdy)












































Harus jalan dulu menuju lokasi (Tri/detikTravel)
Serunya basah-basahan! (Tri/detikTravel)
Main perosotan! (Tri/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang