Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Mei 2017 18:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Sedih dari Raja Ampat

Ahmad Masaul Khoiri
Redaksi Travel
Snorkeling di Pulau Kri (Masaul/detikTravel)
Snorkeling di Pulau Kri (Masaul/detikTravel)
Pulau Kri - Raja Ampat akan menjamin pengalaman luar biasa bagi traveler. Di balik itu, ada kisah sedih tentang karang-karang lautnya.

Alam bawah laut Raja Ampat memanggil setiap traveler yang datang untuk menyelam atau sekadar berenang di tepianya. Susah untuk menolak jika Anda sudah di sana.

detikTravel beberapa waktu lalu berkesempatan lagi. mengunjungi salah satu surga Indonesia itu. Setelah hopping island di Teluk Kabui memang tak lengkap rasanya bila tak menceburkan diri ke laut.

Pantai karang Pulau KriPantai karang Pulau Kri (Masaul/detikTravel)


Destinasi snorkelingnya adalah perairan di sekitar Pulau Kri. Pulau yang beberapa waktu lalu sempat heboh karena karangnya rusak oleh kapal pesiar Caledonian Sky asal Inggris.

Baca Juga: Ini Cerita Raja Ampat di Mata Seorang Guide

Karang-karang yang ada di sekitar pulau ini memang telah hancur oleh pukat harimau. Kami yang snorkeling saat itu melihatnya sendiri.

Karang-karang memutih dan hanya sedikit yang tersisa. Ikan nemo dan teman-temannya seolah-olah memberitahukannya kepada kami.

Seorang aktivis yang sekarang beralih menjadi guide lokal, Husein Kelderak (39) menceritakan perihal ilegal fishing yang cenderung merusak. Walau asli Maluku, pria yang sudah 20 tahun tinggal di Raja Ampat ini tak kenal lelah mengedukasi warga setempat.

Karang-karang di Pulau KriKarang-karang di Pulau Kri (Masaul/detikTravel)


"Awal mulanya saya jadi aktivis lingkungan. Sampai tahun 2013 jadi karyawan lepas dan kemudian merangkap jadi guide," kata Husein beberapa waktu lalu di Pantai Waiwo, Raja Ampat.

Baca juga: Snorkeling di Raja Ampat Cukup di Bawah Dermaga Kampung!

Raja Ampat kata dia pernah mengalami masa kelam. Masyarakat yang pendidikannya rendah dibodohi oleh orang asing untuk melakukan illegal fishing.

"Dulu sekitar 20 tahun yang lalu, warga di sini mencari ikan pakai pukat harimau. Hampir di seluruh perairan Raja Ampat. Itu sangat meresahkan karena akibatnya merusak karang-karang," jelas Husein.

Ikan-ikan di Pulau KriIkan-ikan di Pulau Kri (Masaul/detikTravel)


Kini, salah destinasi Indonesia itu berbenah. Ia menginginkan dukungan penuh pemerintah untuk menjaga keberlangsungan Raja Ampat agar bisa dinikmati sampai pada anak cucunya.

"Saya mengakui bahwa pada dulunya masyarakat terlena dengan uang yang mudah dan hasil laut dikeruk. Tapi tidak memikirkan masa depannya. Kini, kami telah sadar dan ingin mengembangkan pariwisata sebagai andalan ekonomi, dengan contoh memasak masakan lokal untuk wisatawan yang datang," urai Husein.

Baca juga: Pasir Timbul Raja Ampat, Sekarang Cantik Dulu Disepelekan

"Tak hanya itu, saya ingin hasil laut yang melimpah di sekitar Raja ampat dapat dimaksimalkan warga setempat dan jangan malah melupakannya," pungkas dia.

Namun begitu, perairan Pulau Kri masih menjadi rujukan untuk diving atau pun sekadar snorkeling. Karang-karang yang berada di perairan dalam kata dia masih bagus untuk dijelajahi. Bahkan, media internasional seperti lonelyplanet.com pun merekomendasikannya.

Jika traveler ke sana sayangi selalu alam kita ya! (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED