detikTravel menyambangi pulau ini beberapa waktu. Jika Anda dari Waisai, perjalanan untuk menjangkaunya sekitar 1 jam menggunakan speedboat.
Di perjalanan jangan tidur ya, karena alam Raja Ampat sangat sayang dilewatkan. Siapkan kamera untuk membidik momen-momen yang sekiranya cantik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dermaga kayu yang sepi (Masaul/detikTravel) |
Anda hanya akan menemukan dermaga dan beberapa kapal tradisional yang bersandar di sekitar pantai itu. Selebihnya hanya ada anak-anak kecil yang berlari ke sana kemari bersama teman-temannya.
Berjalan dari dermaga menuju kampung akan ada gapura kecil yang tulisan catnya agak kabur termakan usia. Begini bunyinya 'Welcome to Sauwandarek Village'.
Sudah terbayang? Jika iya, pasti naluri foto-foto tidak akan membiarkannya begitu saja.
Laut yang tenang (Masaul/detikTravel) |
Dermaga kayu ini amat cocok untuk dijepret dan dipajang di media sosial. Bisa bikin iri yang melihat karena di bawahnya adalah air laut yang jernih dengan pantai pasir putih yang cukup panjang.
Tak berhenti di situ, jika Anda membaca artikel sebelumnya disebutkan bahwa di bawah dermaga ini bak surga kecil. Kenapa? Karena merupakan spot untuk snorkeling.
Bermacam-macam ikan berlindung di bawah dermaga sederhana ini. Jika Anda memiliki waktu lebih untuk berkunjung jangan lupa masuk ke desanya. Desanya pun tidak kalah indahnya.
Suasana desa yang asri (Masaul/detikTravel) |












































Dermaga kayu yang sepi (Masaul/detikTravel)
Laut yang tenang (Masaul/detikTravel)
Suasana desa yang asri (Masaul/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun