Nasib Malang Si Benteng Jepang: Dilupakan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pesona Sabang

Nasib Malang Si Benteng Jepang: Dilupakan

Bonauli - detikTravel
Selasa, 06 Jun 2017 12:30 WIB
Nasib Malang Si Benteng Jepang: Dilupakan
Benteng Peninggalan Jepang di Pulau Rubiah (Bonauli/detikTravel)
Sabang - Sempat menjadi markas kemiliteran Jepang, Sabang punya banyak peninggalan. Di Pulau Rubiah ada Benteng Jepang yang tak terurus dan dilupakan.

detikTravel mendapat kesempatan untuk datang ke Sabang pekan lalu atas undangan dari Kementerian Pariwisata. Jepang meninggalkan banyak jejak saat menjadikan Sabang sebagai markas kemiliterannya.

Salah satunya yang paling banyak ditemui adalah Bunker dan benteng. Bisa dibilang ini layaknya ikon di Sabang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Bunker Jepang yang ada di Cot Labu, ternyata masih ada lagi peninggalan Jepang yang dilupakan, sebuah benteng di Pulau Rubiah.

Jalur Benteng Jepang yang tertutup pohon dan dedaunan (Bonauli/detikTravel)Jalur Benteng Jepang yang tertutup pohon dan dedaunan (Bonauli/detikTravel)
Berada di tengah hutan, akses jalannya sudah tertutup dan dipenuhi dengan daun yang berguruan. Jejaknya bisa dibilang hampir tak terlihat.

"Dulu jalannya terlihat, tapi sekarang sudah tertutup pohon dan tanaman," ujar Atim, Seorang pemandu.

Kami beberapa kali harus memutar jalur karena akses jalan yang sudah tak terlihat. Membengkokan dahan tanaman muda menjadi cara agar kami tidak tersesat.

Setelah hampir 1 jam, perjuangan ini membuahkan hasil. Kami menemukan satu-satunya Bunker Jepang di Pulau Rubiah. Di depan benteng terdapat sebuah plang milik PNPM.

Plang Benteng Peninggalan Jepang (Bonauli/detikTravel)Plang Benteng Peninggalan Jepang (Bonauli/detikTravel)
Benteng ini dibangun di atas batu. Benteng ini di lengkapi dengan bunker dan pos pengintaian. Pos intaian berdiri di belakang benteng.

"Kalau yang ini bekas gudang senjata," kata Atim, menunjuk sebuah ruangan yang letaknya di bawah tanah.

Atim mengaku tau tentang hal ini dari cerita Kakek-neneknya. Para orang tua dulu terus menceritakan tentang keberadaan Jepang di masa lampau.

Pos intai Jepang (Bonauli/detikTravel)Pos intai Jepang (Bonauli/detikTravel)
Pos pengintaian paling depan dibuat sepeti seperti tabung dengan celah intip di tengahnya. Lewat celah ini, siapa yang datang dan pergi lewat perairan akan terlihat.

"Waktu masih sekolah, saya dan teman-teman masih suka bermain ke sini. Kalau sekarang sudah sangat jarang yang ke sini,"tutur Atim.

 Benteng ini dilengkapi dengan bunker(Bonauli/detikTravel) Benteng ini dilengkapi dengan bunker(Bonauli/detikTravel)
(bnl/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads