detikTravel mendapat kesempatan untuk datang ke Sabang pekan lalu atas undangan dari Kementerian Pariwisata. Jepang meninggalkan banyak jejak saat menjadikan Sabang sebagai markas kemiliterannya.
Salah satunya yang paling banyak ditemui adalah Bunker dan benteng. Bisa dibilang ini layaknya ikon di Sabang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur Benteng Jepang yang tertutup pohon dan dedaunan (Bonauli/detikTravel) |
"Dulu jalannya terlihat, tapi sekarang sudah tertutup pohon dan tanaman," ujar Atim, Seorang pemandu.
Kami beberapa kali harus memutar jalur karena akses jalan yang sudah tak terlihat. Membengkokan dahan tanaman muda menjadi cara agar kami tidak tersesat.
Setelah hampir 1 jam, perjuangan ini membuahkan hasil. Kami menemukan satu-satunya Bunker Jepang di Pulau Rubiah. Di depan benteng terdapat sebuah plang milik PNPM.
Plang Benteng Peninggalan Jepang (Bonauli/detikTravel) |
"Kalau yang ini bekas gudang senjata," kata Atim, menunjuk sebuah ruangan yang letaknya di bawah tanah.
Atim mengaku tau tentang hal ini dari cerita Kakek-neneknya. Para orang tua dulu terus menceritakan tentang keberadaan Jepang di masa lampau.
Pos intai Jepang (Bonauli/detikTravel) |
"Waktu masih sekolah, saya dan teman-teman masih suka bermain ke sini. Kalau sekarang sudah sangat jarang yang ke sini,"tutur Atim.
Benteng ini dilengkapi dengan bunker(Bonauli/detikTravel) |












































Jalur Benteng Jepang yang tertutup pohon dan dedaunan (Bonauli/detikTravel)
Plang Benteng Peninggalan Jepang (Bonauli/detikTravel)
Pos intai Jepang (Bonauli/detikTravel)
Benteng ini dilengkapi dengan bunker(Bonauli/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru