Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Jun 2017 19:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Dua Masjid Mirip Kelenteng di Indonesia

Bonauli
Redaksi Travel
Masjid Cheng Hoo di Surabaya (Rois/detikTravel)
Masjid Cheng Hoo di Surabaya (Rois/detikTravel)

FOKUS BERITA

Masjid Unik Indonesia
Surabaya - Kalau bicara masjid unik, Surabaya dan Magelang tidak ketinggalan. Mereka punya masjid dengan arsitektur oriental dan mirip kelenteng.

Masjid biasanya punya atap kubah dan memiliki warna yang lembut. Masjid unik di Surabaya dan Magelang ada yang berwarna merah cerah dengan arsitektur seperti kelenteng. Kita bahas yang di Surabaya dulu ya.

Masjid Cheng Hoo adalah masjid bernuansa Tionghoa. Bangunan unik ini berlokasi di Jalan Gading, Kecamatan Genteng, Surabaya. Lokasinya sekitar 1 km sebelah utara Balaikota Surabaya dan sekitar 100 meter dari Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (8/6/2017), nama Cheng Hoo diberikan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan segenap muslim di Surabaya dan Indonesia, terhadap Laksamana asal China beragama Islam.

Selama perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Hoo tidak hanya berdagang dan menjalin persahabatan, tapi juga menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Peletakan batu pertama pada 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Pembangunan masjid selesai pada 13 Oktober 2002. Kemudian diresmikan oleh Menteri Agama RI Prof Dr H Said Agil Husein Al Munawar pada 28 Mei 2003.

Bukan bentuk bangunannya saja yang memiliki makna tertentu, ukuran masjid ini pun ada artinya. Masjid kelenteng ini memiliki ukuran seluas 21x11 m2 dan luas bangunan utama 11x9 m2 dan memiliki 8 sisi di bagian atas bangunan utama.

Angka 11 memiliki arti ukuran Ka'bah saat baru dibangun. Sedangkan angka 9 melambangkan Wali Songo. Angka 8 melambangkan Pat Kwa dalam bahasa Tionghoa bermakna keberuntungan atau kejayaan. Masjid Cheng Hoo ini mampu menampung sekitar 200 jamaah.

Masjid Cheng Ho tidak sepenuhnya mirip kelenteng. Ada paduan lain di bangunan ini yaitu nuansa Timur Tengah. Hal ini bisa kamu lihat di pintu utama masjid.

Di sisi utara Masjid Cheng Hoo terdapat relief dan replika kapal dan wajah Laksamana Cheng Ho. Di lokasi ini, juga sering menjadi tempat foto para wisatawan.

Kenapa ada replika kapal dan wajah Laksamana Cheng Hoo di sisi masjid? Masjid ini ingin menunjukkan bahwa Muhammad Cheng Hoo adalah pelaut, muslim dari Tionghoa yang taat, saleh dan utusan perdamaian yang terpuji.

Kunjungan dari berbagai daerah pun terus berdatangan. Ada yang dari Makassar, Jawa Barat, Jakarta dan berbagai daerah lainnya. Banyak juga wisatawan dari mancanegara baik yang muslim maupun non muslim. Ada dari Malaysia, Arab Saudi, China, Selandia Baru, Inggris, Afrika dan lainnya.

Masjid yang mirip kelenteng ini tak hanya ada di Surabaya. Magelang juga punya yang seperti ini, namanya Masjid Al Mahdi.

Masjid Al Mahdi di MagelangMasjid Al Mahdi di Magelang Foto: Pertiwi/detikcom
Masjid ini berdiri di antara rumah-rumah mewah di perumahan elite Armada Estate, tepatnya Jalan Delima Raya Nomor 42, Kota Magelang. Bentuk fisik bangunan dari atap, menara masjid ini mirip dengan kelenteng.

Warna catnya pun didominasi warga merah. Di beberapa titik bisa ditemukan lampion yang juga berwarna senada, namun bertuliskan Asmaul Husna.

Nama Al Mahdi diberikan karena sesuai dengan pewakaf tanah yang bernama Mahdi. Masjid ini mulai dibangun pada bulan Agustus 2016. Setelah melalui pengerjaan selama delapan bulan, masjid diresmikan langsung oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito pada pertengahan bulan April 2017.

Menurut Mahdi, Masjid Al Mahdi masuk di nomor 18 se-Indonesia dengan desain seperti kelenteng. Sementara di Jawa Tengah, masjid ini adalah yang kedua setelah Kabupaten Purbalingga. (bnl/fay)

FOKUS BERITA

Masjid Unik Indonesia
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.