Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Ags 2017 19:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Nikmatnya Salat di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Masjid At Taqwa di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau (Kurnia/detikTravel)
Masjid At Taqwa di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau (Kurnia/detikTravel)
Sanggau - Rasanya tak sulit mencari masjid di Kabupaten Sanggau. Di Sekayam misalnya, ada masjid besar yakni At Taqwa yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Masyarakat Kabupaten Sanggau di Kalimatan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, memiliki keragaman agama, ada Katolik, Protestan, Muslim, Budha, hingga Konghucu. Di sana, minoritas Muslim sebesar 20 persen, tapi semua tetap hidup damai dan aman, dengan toleransi yang tinggi.

Mencari masjid pun tak sulit, bahkan ada masjid besar modern yang dapat menampung ratusan jemaah. Seperti Masjid Besar At Taqwa di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam.

detikTravel bersama tim Tapal Batas detikcom mengunjungi masjid tersebut beberapa waktu lalu. Kami datang setelah azan zuhur berkumandang dan warga setempat tengah mengambil wudu dan bersiap salat berjamaah.

(Kurnia/detikTravel)


Tempat wudunya cukup luas, yang dipisah antara wanita dan pria. Ruang salat masjid pun begitu besar dan adem, dengan sejumlah kipas angin serta pendingin ruangan yang dipasang di sudut-sudut ruangan.

Empat tiang utama berwarna keemasan berdiri dengan kokoh menyangga masjid dengan dominasi warna kuning hijau ini. Pada bagian tengahnya chandelier tergantung dengan cantiknya.

(Kurnia/detikTravel)


Saat itu shaf salat pria baris pertama tampak penuh, di belakangnya ada pula sejumlah wanita yang ikut berjamaah. Ibadah pun berlangsung dengan khidmat.

Usai salat berjamaah, kami menemui Mustaqim, Ketua Pengurus Masjid Besar At Taqwa. Ia menceritakan sekilas sejarah berdirinya Masjid Besar At Taqwa.

"Sekitar tahun 1968 berdirinya. Memang tidak seperti ini adanya dulu. Awalnya masjid ini didirikan dengan banyak tonggak kayu, tiang-tiang belian, tapi setelah berjalannya waktu kita adakan perubahan," ujar Mustaqim.

(Kurnia/detikTravel)


Ia mengatakan bahwa awalnya masjid belum semegah sekarang. Namun setelah beberapa kali renovasi barulah menjadi lebih megah dan modern. Tiang-tiang penyangga yang dulu banyak dipakai kini sudah diganti.

Tetapi tiang itu tidak serta merta dibuang. Kayu belian yang sudah tidak dipakai untuk tiang masjid tersebut masih kuat dan bagus. Kayu tersebut pun dimanfaatkan untuk membangun madrasah.

"Kayu-kayunya kita jadikan madrasah ibtidaiyah swasta. Kayunya masih berfungsi," kata Mustaqim.

(Kurnia/detikTravel)


Nah Masjid Besar At Taqwa ukurannya 20x25 meter dan dapat menampung sekitar 800 jemaah. Sehari-harinya berlangsung salat berjamaah di sini, begitu pula salat Jumat. Untuk salat Idul Fitri jemaah Kecamatan Sekayam juga dipusatkan di sini.

"Kalau di Masjid Besar At Taqwa lima waktu (azan) hidup. Setiap Jumat (salat Jumat) ada. Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha dipusatkan di Masjid Besar At Taqwa," ucapnya.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)


Selain masjid besar, Mustaqim mengatakan masih ada beberapa masjid lainnya di Kecamatan Sekayam. Bahkan ada masjid tua yang sudah berdiri sejak 1930-an, yakni Masjid Al Huda.

Ia juga menyebutkan bahwa selama ini di kawasan perbatasan perdamaian selalu terjaga. Walaupun suku dan agama berbeda-beda, tapi semua tetap bisa damai.

"Sementara yg kita ketahui, dalam kehidupan nyata, kehidupan antar umat beragama sampai saat ini berjalan kondusif aman," tuturnya.

Simak terus cerita jelajah Kabupaten Sanggau termasuk kawasan Entikong di Tapal Batas detikcom!

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
(krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED