Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Ags 2017 16:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah di Balik Berdirinya Museum Trinil

Sugeng Harianto
Redaksi Travel
Museum Trinil di Ngawi, Jawa Timur (Sugeng/detikTravel)
Museum Trinil di Ngawi, Jawa Timur (Sugeng/detikTravel)
Ngawi - Museum Trinil di Ngawi tetap sepi, meski tiket masuknya sudah digratiskan sepanjang bulan Agustus 2017. Ini kisah di balik berdirinya museum yang sedang sepi.

Museum Trinil Ngawi berdiri di tahun 1891. Museum ini dibangun oleh Eugene Dubois. Museum Trinil menyimpan ribuan fosil binatang termasuk fosil manusia Pithecanthropus Erectus

Museum yang terletak 15 kilometer dari pusat Kota Ngawi ini, memiliki cerita di balik pendiriannya. Sejarah tersebut telah tertulis dalam buku Panduan Museum Trinil.

Sejarah berdirinya Museum Trinil berawal dari penemuan fosil Pithecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois, seorang pejabat kedokteran tentara kolonial Belanda. Untuk memperingati kejadian tersebut, dibuatlah tugu berisi gambar anak panah dengan arah timur laut yang bertuliskan P.e 175 m.

Dimana dari arah jarak itu bertempat di temukanlah bekas penggalian fosil Pithecanthropus Erectus yang berada di pinggir aliran bengawan Solo.

Tugu penanda ditemukannya fosil Pithecanthropus erectus (Sugeng/detikTravel)Tugu penanda ditemukannya fosil Pithecanthropus erectus (Sugeng/detikTravel)


Arti dari tugu itu adalah Pithecanthropus Erectus, 175 meter ke arah timur laut yang digunakan sebagai penunjuk arah tempat penemuan fosil.

Juworo (46) petugas pemelihara Museum Trinil, menambahkan luas Museum Trinil mencapai 24.010 meter persegi. Di sebelah timur, utara dan barat museum, dikelilingi oleh aliran Sungai Bengawan Solo.

"Ini hampir di kelilingi Sungai Bengawan Solo", ungkap Juworo.

BACA JUGA: Tiket Digratiskan, Museum Nasional Trinil Tetap Sepi Pengunjung

Juworo menuturkan, petugas yang menjaga Museum Trinil saat ini ada 17 orang, terdiri dari 9 pegawai PNS dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur yang ada di Mojokerto. Sedangkan sisanya, 8 orang PNS dari Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam museum terpajang estalase yang di dalamnya berisikan benda-benda fosil, di antaranya fosil tulang panggul gajah jenis Stegodon trigonochepslus, serta fosil tulang pengumpil gajah.

Koleksi fosil di Museum Trinil (Sugeng/detikTravel) Koleksi fosil di Museum Trinil (Sugeng/detikTravel)


Untuk fosil Pithecanthropus Erectus hanya berupa replika, sedangkan yang asli di bawa ke tempat asal temuan di Pacitan.

Lokasi Museum Trinil ini sekitar 15 KM di sebelah barat Kota Ngawi. Dari Jalan Raya Solo Ngawi, tepatnya ada di Desa Soko, Kedunggalar kemudian masuk ke utara sejauh 3 KM.

Kamu yang mampir selama bulan Agustus 2017 ini bisa masuk secara gratis lho! Mari berwisata ke Museum Trinil. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED