Ada Makna di Setiap Lantai Gereja Ayam
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ada Makna di Setiap Lantai Gereja Ayam

Pertiwi - detikTravel
Selasa, 10 Okt 2017 12:05 WIB
Ada Makna di Setiap Lantai Gereja Ayam
Foto: Suasana di dalam Gereja Ayam (Pertiwi/detikTravel)
Magelang - Ada 7 lantai di Rumah Doa Bukit Rhema atau biasa dikenal Gereja Ayam. Tahukah kamu, ada tiap makna di tiap lantainya?

Banyak pengunjung yang belum tahu, rumah doa 'Gereja Ayam' di Bukit Rhema, Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, memiliki tujuh tingkatan lantai. Tingkatan tersebut juga memiliki filosofi yang berbeda.

Supervisor rumah doa Borobudur, Edward Nugroho menjelaskan, filosofi tersebut menggambarkan perjalanan kehidupan manusia. "Dimulai dari lantai pertama, memiliki filosofi tentang kelahiran manusia. Sejak dimulai dari bayi yang polos, kemudian belajar tumbuh menjadi seorang anak," jelas Edward, kepada detikTravel baru-baru ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk lantai dua, berisi filosofi tentang manusia yang sedang tumbuh dewasa. Kondisi itu ditunjukkan dengan hal yang baik buruk, bahagia sedih, dosa dan tidak.

"Di lantai dua ini, ada partisi yang kita letakkan di sisi kanan dan disi kiri ruang di lantai dua. Partisi di sisi kanan dipasangi foto hal-hal positif, sedangkan partisi di sisi kiri menunjukkan foto hal-hal negatif," terang pria yang akrab disapa Edo itu.

Adapun untuk lantai tiga, difokuskan kepada hal negatif yang berkaitan dengan penggunaan obat-obatan terlarang/narkoba. Di sekeliling dinding lantai tiga, terdapat beragam lukisan yang menggambarkan hal itu.

Ada Makna di Setiap Lantai Gereja Ayam(Pertiwi/detikTravel)


Kemudian di lantai empat, menggambarkan keragaman budaya di Indonesia. Serupa dengan lantai tiga, di setiap inci dinding terdapat lukisan, hasil karya para seniman sekitar Borobudur dan rehabilitan narkoba yang sempat dirawat di rumah doa.

"Di lantai lima, berisi tulisan atau kata-kata mutiara, doa, dan motivasi kehidupan. Tulisan yang kita pasang ini kita pilih yang bisa dibongkar pasang," katanya.

Sedangkan di lantai enam, persis di posisi mulut burung merpati, merupakan filosofi sebuah pengharapan hidup yang baru dan lebih baik. Hal itu ditunjukkan dengan posisi desain bangun berupa mulut merpati yang menghadap ke arah Timur.

"Dan yang terakhir, di lantai tujuh, tepatnya di mahkota burung merpati, adalah wujud dari rasa syukur atas keindahan, kebahagiaan, dan lainnya," jelasnya.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads