Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 27 Des 2017 12:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Liburan Panjang Akhir Tahun ke Sumatera Selatan, Ada Apa Saja?

Syanti Mustika
Redaksi Travel
Foto: (Thinkstock)
Foto: (Thinkstock)

FOKUS BERITA

Liburan Akhir Tahun
Palembang - Sumatera Selatan punya tempat-tempat keren buat liburan akhir tahun kamu. Yuk, main ke sini!

Liburan akhir tahun tinggal hitungan hari. Dari pada bingung mau ke mana, yuk main-main ke Sumatera Selatan.

Dirangkum detikTravel, Rabu (27/12/2017) ada beberapa tempat yang bisa traveler kunjungi di Sumatera Selatan, selama liburan akhir tahun. Catat ya.

1. Taman Batu Organik

(Ivone Suryani/d'Traveler)(Ivone Suryani/d'Traveler)

Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, memiliki banyak objek wisata yang menarik perhatian untuk dikunjungi. Kabupaten ini dikenal dengan sebutan Kota Seribu Air Terjun dan Megalith. Lahat memiliki sebuah destinasi wisata unik yaitu Taman Batu Organik yang berada di Desa Bandu Agung, Kecamatan Muara Payang.

Taman ini milik Pak Damsi, dia menyusun batu-batu ini semenjak tahun 1980. Selain rangkaian bebatuan, di sini juga ditanami bunga, sayuran dan buah organik, menambah indah suasana taman seluas dua hektar tersebut. Beberapa filosofi dapat kita ambil dari proses pembuatan taman ini, yaitu ketekunan, kesabaran dan bahwa setiap mahluk memiliki pasangannya.

2. Pasar Baba Boentjit

(Raja Adil Siregar/detikTravel)(Raja Adil Siregar/detikTravel)

Destinasi yang berada di tepian Sungai Musi ini merupaakn destinasi baru di Palembang. Lokasinya berada di Rumah Oeng Boen Tjit, Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Rumah ini diketahui sudah berusia 300 tahun dan masih berdiri kokoh di tepian Sungai Musi dengan ornamen Tiongkok, serta ukiran khas Kota Palembang dengan nilai sejarah tersendiri.

Traveler nantinya akan disuguhkan pemandangan indah, baik Jembatan Ampera, Kampung Warna Musi Bercorak dan Jembatan Musi IV yang berdiri megah. Hanya butuh waktu sekitar 3-5 menit saja, penyeberangan akan sampai di rumah pedagang terkenal tempo dulu yang kaya akan nilai budaya lokal dan menghadap tepat ke arah Sungai Musi.

3. Danau Ranau

Dok. Pribadi Rafita)Dok. Pribadi Rafita)
Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua yang ada di Sumatera setelah Danau Toba, dengan luas sekitar 125,9 km. Berlokasi di perbatasan kabupaten Lampung Barat, Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Selatan, ternyata danau ini juga dikelilingi perbukitan dan lembah. Untuk sampai ke lokasi, traveler harus menempuh jarak sekitar 330 KM atau 8,5 jam perjalanan darat dari kota Palembang.

Selama perjalanan, kita akan melintasi perkebunan dan menikmati suasana pedesaan yang asri. Perairan sungai Musi yang membentang luas juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri selama perjalanan.

Selain bermain air, traveler juga bisa menikmati kuliner ikan mujair khas Danau Ranau dan jus alpukat yang segar.

4. Benteng Kuto Sasak

Benteng Kuto Besak adalah bangunan keraton dari abad ke-18 yang menjadi pusat Kesultanan Palembang. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 atas prakarsa Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758, lalu diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803.

Destinasi ini sering dijadikan tempat penyelenggaraan acara atau festival dengan apnggung hiburan berlatar Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang memesona. Kemeriahan para wisatawan yang datang jadi pemandangan umum yang akan traveler saksikan bila bertandang ke sana.

5. Pulau Kemaro
(Afif/detikTravel)(Afif/detikTravel)

Pulau Kemaro merupakan salah satu objek wisata yang wajib untuk disinggahi. Untuk menuju ke sana, traveler harus naik perahu dan membelah Sungai Musi. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi dengan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat Palembang yang tinggal di sepanjang sungai.

Sesampai di Pulau Kemaro, nuansa pecinan terlihat jelas dari bangunan yang ada. Di pulau ini memang terdapat kelenteng yang masih digunakan, khususnya ketika Cap Go Meh. Kelenteng yang terletak di tengah pulau dan berdiri gagah merupakan bukti bahwa budaya Tionghoa tumbuh dan berkembang di Palembang.

Selain adanya kelenteng yang berdiri di tengah pulau, di pulau ini juga terdapat pohon cinta. Konon katanya, kalau sepasang muda mudi menuliskan namanya di sana, akan berakhir di pelaminan. Jadi tidak hanya punya kisah tragis, Pulau Kemaro juga punya mitos cinta.

6. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum ini dulunya adalah istana Sultan Mahmud Badarudin II yang dibakar Belanda ketika perang di tahun 1821. Kemudian dibangun kembali oleh Belanda di tahun 1823 sebagai kantor pemerintahan. Kini bangunan tersebut menjadi museum.

Museum ini berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

7. Bait Alquran (alquran raksasa Gandus)

(@guidoveka/Instagram)(@guidoveka/Instagram)


Bait Al Quran Al Akbar atau disebut Bait Al Quran Raksasa ini bertempat di jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang. Jaraknya sekitar 30 menit dari Kota Palembang.

Tempat ini dibuat dengan model bangunan tinggi. Sisi bangunan dibangun dari lembaran Al Quran yang dipahat dari kayu. Seperti model jendela, lembaran Al Quran bisa dibolak-balik layaknya halaman buku.

Al Quran dipahat di atas papan kayu tembesu dengan ukuran panjang 177 cm dan lebar 140 cm serta ketebalan 2,5 cm. Lembaran Al Quran dipasang mengelilingi sisi bangunan dengan total 630 lembar papan kayu.

8. Masjid Agung SMB

 (Afif/detikTravel) (Afif/detikTravel)


Masjid Agung Palembang terkenal dengan arsitekturnya. Gaya arsitektur masjid ini adalah perpaduan antara Eropa dan China. Tak heran memang, Palembang diyakini dulunya adalah tempat Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-6 yang sering didatangi oleh saudagar asal Eropa atau China.

Masjid Agung Palembang letaknya berada di pusat Kota Palembang atau hanya sekitar 5 menit dengan berjalan kaki dari Plaza Benteng Kuto Besak. Tak usah takut kesasar, masyarakat Palembang yang ramah bakal menunjukan arah masjidnya dan banyak papan petunjuk arah ke Masjid Agung Palembang.

9. Kampung Kapitan

(Welly/d'Traveler)(Welly/d'Traveler)

Kampung Kapitan adalah Kampung Tempo dulu yang menjadi sejarah masuknya warga Tionghoa ke Bumi Sriwjaya. Rumah ini berhadapan langsung ke Sungi Musi, Jembatan Ampera dan berseberangan dengan Plaza Benteng Kuto Besak.

Saat ini bangunan yang usianya sekitar 400 tahun hanya memiliki beberapa peningalan seperti meja abu, altar sembahyang, dan beberapa foto Kapitan.

10. Situs Purbakala Bukit Siguntang

Bukit Siguntang disebut-sebut sebagai tempat peribadatan agama Budha saat zaman Kerajaan Sriwijaya. Pada zaman Belanda, di sini ditemukan beberapa artefak seperti arca Budha dan prasasti. Setelah itu, ditemukan stupa dan sisa bata kuno di sekitar bukit.

Selain itu, di sini juga terdapat 7 makam. Itu adalah makam-makam dari Radja Segentar Alam, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Batu Api, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang, dan Tuan Djung Djungan. Nama-nama tersebut diyakini sebagai orang-prang penting dalam sejarah Palembang.

11. Kelenteng 10 Ulu

(Harpin Rivai/d'Traveler)(Harpin Rivai/d'Traveler)
Kelenteng ini berada di 10 Ulu, Palembang. Daerah ini merupakan tempat asal mula Pempek Palembang yang sangat lezat itu.

12. Museum Balaputra Dewa

(Wahyu/detikTravel)(Wahyu/detikTravel)

Berkunjung ke Museum Balaputra Dewa, traveler bisa melihat koleksi benda bersejarah dari Kerajaan Melaka, Malaysia. Benda ini meliputi kerajinan porselen, hingga baju adat yang lumayan mirip dengan busana masyarakat Indonesia.

Traveler yang penasaran bisa langsung menuju ke Museum Balaputra Dewa yang beralamat di Jalan Srijaya Negara I No 288, Palembang, Sumatera Selatan. Museum buka di hari Selasa sampai Minggu, pukul 08.00 sampai 15.00 WIB. Harga tiketnya Rp 2.000 saja. (sym/aff)

FOKUS BERITA

Liburan Akhir Tahun
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Potret Keseharian Warga Raja Ampat

Rabu, 25 Apr 2018 19:10 WIB

Raja Ampat, surga kecil di timur Indonesia yang merupakan salah satu wilayah kepulauan di Tanah Air. Ini menjadikan warganya menggantungkan hidup di laut.