Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 25 Mar 2018 13:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Purbalingga Punya Spot Foto Underwater Kekinian

Arbi Anugrah
detikTravel
Foto: Situ Tirta Marta di Purbalingga (Arbi Anugrah/detikTravel)
Foto: Situ Tirta Marta di Purbalingga (Arbi Anugrah/detikTravel)
Purbalingga - Situ Tirta Marta di Purbalingga menawarkan wisata air yang unik. Tak hanya bisa asyik berenang, tapi traveler juga bisa foto-foto dengan beragam properti.

Kabupaten Purbalingga mempunyai destinasi wisata yang tidak kalah dengan Unggul Ponggok di Kabupaten Klaten. Tepatnya di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari juga mempunyai sumber pemandian alami Situ Tirta Marta.

Airnya yang jernih dan keluar langsung dari sumbernya membuat destinasi wisata Situ Tirta Marta selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun wisatawan dari luar kota. Dengan harga tiket masuk yang hanya Rp 3 ribu, para pengunjung sudah bisa menikmati pemandian di sumber mata air yang jernih tersebut.

Karena jernihnya air yang keluar langsung dari sumbernya, Situ Tirta Marta juga dijadikan sebagai wisata minat khusus seperti foto dalam air bagi para wisatawan. Dengan membayar Rp 150 ribu, wisatawan sudah mendapatkan paket berfoto dalam air dengan 50 jepretan foto, plus properti untuk berfoto seperti motor, tenda dome dan TV termasuk dengan fotografernya.

(Arbi Anugrah/detikTravel)(Arbi Anugrah/detikTravel)
"Rp 150 ribu itu sudah foto underwater plus jasa fotonya, terus propertinya. Jadi pengunjung maksimal 5 orang tinggal nyelem terus dapat filenya copy foto," kata pengelola Situ Tirta Marta, Kurniawan kepada wartawan saat menerima kunjungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Provinsi Jateng, Jumat (23/3/2018) kemarin.

Selain fasilitas unggulan foto underwater dan pemandian alami dari sumbernya, Situ Tirta Marta yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sejak tahun 2015 ini juga mempunyai fasilitas lainnya seperti tubing yang untuk anak-anak dan area outbond.

"Kunjungan wisatawan luar kota sering, saat weekend ada yang dari Brebes, Tegal juga ke sini. Tapi kalau saat lebaran itu dari luar kota juga ada seperti dari Lampung. Rata-rata yang mau foto underwater itu minat khusus, kebanyakan yang dari luar kota yang datang itu rata-rata yang minat khusus," ucapnya.


Dia mengatakan, di Situ Tirta Marta yang kolamnya mempunyai kedalaman 1,5 meter dan mempunyai 7 sumber mata air ini masih perlu banyak pengembangan, khususnya pelebaran kolam pemandian alami, di mana belum ada kolam khusus untuk anak-anak.

Setidaknya, meskipun wisata ini masih dikelola oleh Pokdarwis. Namun destinasi wisata desa ini menempati urutan ke tiga dari 15 destinasi wisata desa yang ada di Kabupaten Purbalingga dengan jumlah kunjungan dalam sebulan bisa mencapai 6.000 pengunjung.

"Pendapatan kunjungan banyak di weekend bisa nembus Rp 5 juta sudah sama pendapatan foto minat khusus. Kalau hari biasa pendapatan sekitaran Rp 500 ribuan, itu hanya dari penjualan tiket," ujarnya.

BACA JUGA: Putus Cinta, Wanita Ini Tenggelamkan Mobil Pacarnya

Salah satu wisatawan Situ Tirta Marta asal Semarang, Guswahid yang melakukan foto underwater mengatakan jika secara potensi, wisata ini sudah sangat bagus, hanya saja masih memerlukan sentuhan yang lebih baik lagi dari segi fasilitas, inovasi dan kreativitas dari pengelola, sehingga tidak memunculkan kebosanan dari para pengunjung yang datang di lokasi tersebut.

"Kita bisa lihat dan belajar banyak dari pengeloa Unggul Ponggok di Klaten. Di sana sudah mampu mengemas potensi air yang jernih itu menjadi sebuah tempat diving, snorkeling. Di sini harus dikemas lagi dan itu dibutuhkan semangat dari pengelolanya tadi agar lebih bagus lagi. Potensi sudah ada, pengemasan ada, tinggal menggandeng dinas atau objek wisata lain," ujarnya.

Sementara menurut Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Mulyanto mengatakan jika peran Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga dalam mendukung pengembangan potensi desa wisata yakni dengan melakukan pemberdayaan masyarakat agar mereka dapat berkreativitas dan mendukung pengembangan destinasi baru serta daya tarik.

"Dari Pemda memfasilitasi sumber daya manusianya, ada bimbingan teknis dan ada pelatihan, peningkatan kapasitas SDM dengan mengikuti studi banding," ucapnya.

(Arbi Anugrah/detikTravel)(Arbi Anugrah/detikTravel)
Dia mengungkapkan, dukungan dari Pemda terhadap potensi wisata terus dilakukan. Salah satunya dengan kebijakan Pemkab Purbalingga yang setiap tahunnya memberikan dana bantuan keuangan khusus di bidang pariwisata.

Hasilnya, kunjungan wisatawan di 27 destinasi wisata, baik objek wisata yang dikelola dinas, swasta, desa wisata maupun badan usaha milik pemerintah di Purbalingga meningkat dari tahun 2016 yang hanya 1,8 juta pengunjung, menjadi 2,4 juta pengunjung tahun 2017.

"Ada peningkatan sekitar 30 persen dari tahun 2016. Yang paling banyak objek wisata Owabong, Purbasari Pancuran Mas dan Desa Wisata Serang," ungkapnya. (krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
CNN ID
×
World Now
World Now Selengkapnya