Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Jun 2018 18:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Hutan Mangrove, Pilihan Saat Libur Lebaran di Brebes

Imam Suripto
Redaksi Travel
Wisata Dewi Mangrove Sari di Brebes (Imam/detikTravel)
Wisata Dewi Mangrove Sari di Brebes (Imam/detikTravel)

FOKUS BERITA

Ide Wisata Mudik 2018
Brebes - Objek wisata Dewi Mangrove Sari di Desa Kaliwlingi, Brebes, menjadi destinasi wisata favorit bagi warga. Pengunjungnya makin ramai saat libur Lebaran.

Wisata mangrove ini terletak di pesisir utara Kecamatan Brebes, tepatnya di Desa Kaliwlingi atau sekitar 17 km dari ibukota Kabupaten Brebes. Menuju lokasi mangrove, pengunjung harus melalui Desa Sawojajar Wanasari kemudian ke arah timur dan utara.

Saat hari libur, tak terkecuali libur Lebaran, wisatawan dari berbagai daerah baik anak maupun dewasa, berbondong bondong mendatangi kawasan hutan pantai ini.

Pada lebaran kali ini, jumlah wisatawan yang datang rata rata berjumlah sekitar 6.000 orang per hari. Jumlah ini setara 300 persen dari jumlah wisatawan yang berkunjung setiap harinya.

Makin ramai saat libur Lebaran  (Imam/detikTravel)Makin ramai saat libur Lebaran (Imam/detikTravel)
Harga tiket masuk pun tergolong murah. Setiap orang diwajibkan membeli tiket masuk seharga Rp 20 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak.

Diperlukan transportasi laut untuk menuju ke lokasi wisata. Untuk mendapatkan fasilitas perahu motor ini, pengunjung tidak perlu membayar. Pengunjung tidak perlu lagi membayar biaya transportasi air pulang pergi dari hutan mangrove ke dermaga.

Jarak tempuh dengan perahu motor dari dermaga ke hutan mangrove berkisar antara 15 menit. Selama perjalanan, wisatawan bisa menyaksikan sisa-sisa tambak yang hancur akibat abrasi.

Kawasan bekas tambak ini sekarang menjadi laut, tapi tergolong dangkal. Kedalaman air laut hanya 1,5 meter.

Pohon mangrove  (Imam/detikTravel)Pohon mangrove (Imam/detikTravel)
Sesampai di lokasi tujuan, wisatawan bisa menyusuri track hutan mangrove sepanjang 700 meter. Di tengah tengah hutan pantai yang rimbun ini berdiri gardu pandang setinggi 7 meter.

Menara ini banyak dimanfaatkan warga untuk menikmati pemandangan hutan dan laut lepas. Ada pula banana boat dan speed boat yang disediakan untuk menguji adrenalin. Untuk wahana ini, pengunjung diwajibkan membayar Rp 30 ribu per orang selama 15 menit.

Berbagai jenis makanan laut (seafood) juga tersedia di lokasi ini. Mulai dari kepiting, udang, tiram, ikan dan kerang. Semua disajikan dalam aneka jenis olahan yang menggugah selera.

Erna (36) warga Kecamatan Bulakamba saat ditemui di lokasi mangrove, Senin (18/6/2018) mengaku sengaja datang untuk refreshing bersama anak dan suami. Dengan membawa perbekalan, mereka tampak asyik menikmati hidangan di bawah rimbunnya hutan.

"Pas mudik sengaja disempat-sempatkan ke sini. Ternyata memang menyenangkan suasananya. Udaranya adem dan pemandangan lautnya bagus," ujar dia.

Wisata mangrove ini dibangun di atas bekas kawasan tambak yang terkena abrasi sejak tahun 1980-an. Pengurus Pokdarwis Desa Kaliwlingi, Mashadi (50) menyebutkan, tambak warga yang terkena abrasi mencapai 1.100 hektar.

Salah satu pengunjung cilik yang naik perahu  (Imam/detikTravel)Salah satu pengunjung cilik yang naik perahu (Imam/detikTravel)
Puncaknya pada dekade 1990 warga mulai kehilangan mata pencahariannya. Mereka tidak tinggal diam melihat lahan mata pencahariannya hilang digerus ombak.

"Warga yang peduli terus berusaha membentengi dengan pohon mangrove dan makin gencar dilakukan mulai tahun 2000. Tujuannya agar abrasi tidak merembet ke rumah rumah warga," ucap Mashadi.

Seiring makin banyaknya sabuk hijau hutan mangrove ini, warga berinisiatif membuat hutan mangrove ini menjadi kawasan wisata.

Dengan bantuan dana dari Pemerintah setempat, hutan ini diubah menjadi kawasan wisata alam. (rdy/rdy)

FOKUS BERITA

Ide Wisata Mudik 2018
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED