Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Jun 2018 18:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Dijamin Aman, Festival Balon Udara Ala Eropa di Wonosobo

Uje Hartono
Redaksi Travel
Festival balon udara di Wonosobo (Uje Hartono/detikTravel)
Festival balon udara di Wonosobo (Uje Hartono/detikTravel)

FOKUS BERITA

Ide Wisata Mudik 2018
Wonosobo - Festival balon udara saat libur Lebaran, sempat diprotes pihak aviasi. Tapi yang di Wonosobo dijamin aman. Langit pun jadi indah dengan balon udara ala Eropa.

Melihat langit dengan hiasan warna-warni balon udara tidak harus jauh-jauh ke benua Eropa, seperti ke Turki atau Yunani. Kita cukup ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sudah bisa melihat balon udara dengan berbagai ukuran dan berbagai warna.

Ya, ini adalah festival balon udara yang digelar di lapangan Geo Dipa Energi di Wonosobo. Pada gelaran ini, sedikitnya ada 104 balon udara tanpa awak dengan ciri khas masing-masing. Misalnya, balon udara dengan motif batik dengan bentuk oval hingga balon udara yang menyerupai burung Garuda.

Dengan menggunakan asap, satu tim yang terdiri 10 orang ini kompak menerbangkan balon udara dengan ukuran diamter 4 meter dan tinggi 7 meter. Meski beberapa sempat terlihat kesusahan, namun 104 balon udara semuanya bisa terbang menghiasi langit Wonosobo.

Balon udara siap terbangBalon udara siap terbang Foto: (Uje Hartono/detikTravel)


Tidak perlu khawatir, karena festival yang digelar di tiga kota yakni Wonosobo, Pekalongan dan Ponorogo ini tidak membahayakan jalur penerbangan. Sebab, masing-masing balon udara tanpa awak ini sudah ditambatkan dengan tali.

"Jadi balon udara ini tidak terbang bebas, setalah diterbangkan kemudian diturunkan lagi," tegas Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait di sela-sela acara, Selasa (19/6/2018).

Menurutnya, upaya ini dilakukan salah satu cara untuk memberikan sosialisasi kepada warga agar menerbangkan balon udara yang lebih aman. Sebabnya, balon udara ini kerap mengganggu jalur penerbangan pesawat terbang.

"Tahun 2016 ada 14 laporan, tahun 2017 ada 63 laporan. Dan tahun 2018 ini juga masih banyak laporan. Yakni hari pertama lebaran atau hari Jumat ada 74 laporan, Sabtu 13 laporan, Minggu 5 laporan dan Senin 4 laporan," sebutnya.

Namun demikian, ia mengaku tidak bisa serta merta melarang penerbangan balon udara. Apalagi di Wonosobo misalnya, menerbangkan balon udara ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Sehingga cara menerbangkannya pun diatur agar tidak membahayakan.

Balon udara ini akan diturunkan kembali setelah selesaiBalon udara ini akan diturunkan kembali setelah selesai Foto: (Uje Hartono/detikTravel)

"Makanya dengan adanya gelaran ini justru bisa menjadi daya tarik wisata. Karena selain melestarikan tradisi juga menghidupkan UMKM warga," ujarnya.

Disampaikan, agar lebih menarik, dalam festival ini tidak hanya sekadar menerbangkan balon udara. Namun, dalam membuat, menerbangkan hingga landing, peserta festival balon udara ini dilombakan dan dinilai khusus oleh tim juri.

"Yang dinilai keunikan dari motif atau bentuk balon udara, menerbangkan balon udara, bagaimana cara landingnya hingga kembali melipat balon udara. Kalau bisa menerbangkan 10 menit dengan stabil tentu nilainya tinggi," kata dia.

Di tempat yang sama, salah satu peserta festival balon udara Kuat Syaifudin mengaku sudah menyiapkan sejak Bulan Ramadan lalu. Ia bersama timnya sudah meracang khusus balon udara dengan tinggi 8 meter dan diameter 4 meter.

Cantikkan?Cantikkan? Foto: (Uje Hartono/detikTravel)

"Untuk proses menerbangkan balon udara ini biasanya butuh waktu 10 menit. Yakni dengan cara diberi asap hingga balon udara ini mengembang dan bisa terbang," jelasnya.

Kuat juga menyambut baik dengan adanya gelaran festival balon udara. Sebab, ia tidak memungkiri jika beberapa balon udara yang diterbangkan tanpa ditambatkan akan mengganggu jalur penerbangan.

"Harapan kami, tradisi balon udara di Wonosobo terus ada tanpa mengganggu pihak lain. Selain itu, nantinya bisa menjadi daya tarik wisata di Wonosobo," harapnya.



Tonton juga 'Istimewanya Festival Barong Ider Bumi di Banyuwangi':

[Gambas:Video 20detik]

(bnl/fay)

FOKUS BERITA

Ide Wisata Mudik 2018
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED