Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Sep 2018 17:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tempat Terbaik Melihat Lumba-lumba Itu di Laut, Bukan di Sirkus

Afif Farhan
detikTravel
Lumba-lumba di Wakatobi (Zaky Fauzi/detikTravel)
Lumba-lumba di Wakatobi (Zaky Fauzi/detikTravel)
Wangi-wangi - Lautan Wakatobi memang cantik jelita. Terumbu karang dan ikan-ikan yang beragam memesona para penyelam. Plus, lumba-lumbanya yang bebas berkeliaran.

Waktu masih menunjukan pukul 5 pagi Wita, masih ngantuk juga gelap sekali. Rasanya ingin lagi merebahkan diri di kasur, masih capek setelah diving kemarin.

Tapi Didin, guide kami dari Wakatobi Patuno Resort sudah menanti. Sembari berjalan dan masih menguap, sesekali dia memberikan semangat. "Ayo dong semangat, mau lihat lumba-lumba kita," katanya.

Boat kami siap berlayar, mengarungi lautan Pulau Wangi-wangi. Didin menjelaskan, lumba-lumba di Wakatobi hidup di sekitar perairan Pulau Wangi-wangi dan Kapota.

Sunrise menyapa kami, cukup indah. Semacam ucapan selamat pagi dari semesta. Boat terus berlayar ke tengah lautan. Membelah arus yang tenang.

(Zaky Fauzi/detikTravel)(Zaky Fauzi/detikTravel)


"Jaraknya dari penginapan kita sekitar 2 jam, karena ini benar-benar di tengah laut di antara Pulau Wangi-wangi dan Kapota. Nanti ada banyak lumba-lumbanya," terang Didin.

Didin berkata percaya diri sekali. Bukankah (bukannya sok tahu sih), momen melihat lumba-lumba di lautan itu sulit diprediksi. Bisa terlihat, bisa tidak.

"Bagi suku Bajo, mereka 'berteman' dengan lumba-lumba. Jadi di mana ada lumba-lumba yang bergerombol, maka di situ ada ikan-ikan kecil yang ditangkap nelayan. Ada ikan tuna dan lain-lainnya," terang Didin.

Akhirnya setelah perjalanan panjang, kami pun tiba di spot yang dimaksud Didin. Di tengah-tengah lautan, terlihat gerombolan lumba-lumba. Menggemaskan!

Lumba-lumba di perairan Wakatobi (Zaky Fauzi/detikTravel)Lumba-lumba di perairan Wakatobi (Zaky Fauzi/detikTravel)


Kami semua dibuat terpana. Si lumba-lumba melompat-lompat ke permukaan air. Dan benar kata Didin, para nelayan ada di sekitar gerombolan lumba-lumba. Mereka juga memakai layangan, dengan umpan yang posisinya terapung untuk memancing ikan-ikan. Pemandangannya makin sedap saja!

Terlihat jelas, beberapa lumba-lumba berwarna abu-abu dengan bintik putih. Juga terlihat, lumba-lumba hidung botol.

Lumba-lumba yang berenang bebas (Zaky Fauzi/detikTravel)Lumba-lumba yang berenang bebas (Zaky Fauzi/detikTravel)


"Biasanya kegiatan melihat lumba-lumba dimulai dari jam 5 sampai 8 pagi. Setelah itu, lumba-lumbanya pergi lagi dari sini," terang Didin.

Panorama yang indah di lautan Wakatobi (Zaky Fauzi/detikTravel)Panorama yang indah di lautan Wakatobi (Zaky Fauzi/detikTravel)


Kami benar-benar kegirangan. Melihat lumba-lumba di tengah laut, dengan jumlah yang sangat banyak. Tangan tak lepas dari kamera, untuk memotret setiap momennya. Mata harus jeli untuk membidik angle yang tepat.

Sejauh mata memandang, banyak gerombolan lumba-lumba (Zaky Fauzi/detikTravel)Sejauh mata memandang, banyak gerombolan lumba-lumba (Zaky Fauzi/detikTravel)


Menurut Didin, masyarakat Wakatobi di Sulawesi Tenggara sangat menjaga habitat lumba-lumba. Apalagi khususnya suku Bajo, mereka seolah memiliki hubungan yang dekat dnegan lumba-lumba. Sebab ada cerita, nelayan ditolong lomba-lumba atau juga lumba-lumba sebagai suatu penanda. Jadi misalnya ada nelayan melaut dan melihat lumba-lumba bergerombol ke arah daratan, artinya ada suatu hal buruk yang terjadi di tempat tinggalnya. Soal itu, kembali ke pribadi Anda untuk percaya atau tidak percaya.

Lumba-lumba yang muncul ke permukaan (Zaky Fauzi/detikTravel)Lumba-lumba yang muncul ke permukaan (Zaky Fauzi/detikTravel)


Sekitar 1 jam, kami dibuat puas dengan pengalaman ini. Senyum merekah seketika, kala melihat hasil jepretan lumba-lumba di kamera. Sungguh benar-benar menyenangkan.

Dan Didin yang memang perawakannya suka bercanda, mencuri-curi pandang hasil jepretan saya. Sambil dia berkata pelan, tapi begitu dalam maknanya.

"Tempat terbaik melihat lumba-lumba itu di laut, bukan di sirkus," ujarnya. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED