Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Okt 2018 22:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cerita Batu Penolak Bala di Makam Sunan Gunung Jati

Sudirman Wamad
detikTravel
Batu Penolak Bala di Makam Sunan Gunung Jati (Sudirman Wamad/detikTravel)
Batu Penolak Bala di Makam Sunan Gunung Jati (Sudirman Wamad/detikTravel)
Cirebon - Di makan Sunan Gunung Jati, Cirebon terdapat batu yang tidak biasa. Konon, patung ini keramat dan dipercaya sebagai penolak bala.

Batu tameng merupakan salah satu batu yang dikeramatkan oleh masyarakat Cirebon. Batu tameng terletak di pinggir Jalan Raya Sunan Gunungjati, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Tepatnya di kompleks makam Sunan Gunung Jati.

Batu tameng diyakini sebagai media penolak bala atau malapateka. Usia batu tersebut sudah ratusan tahun dan tak pernah berpindah lokasi. Batu tersebut ditutupi dengan kain putih.

(Sudirman Wamad/detikTravel)(Sudirman Wamad/detikTravel)


Filolog Cirebon, Raffan Safari Hasyim menceritakan batu tameng sejatinya sebagai penanda perbatasan wilayah antara Pesantren Giri Amparan Jati dengan Pesantren Sembung pada tahun 1440.

"Pesantren Sembung itu didirikan pada era Sunan Gunung Jati. Sedangkan Giri Amparan Jati didirikan oleh Syekh Nurjati tahun 1420. Tahun 1440 Pesantren Sembung berdiri, pembataanya itu batu tersebut," kata filolog yang akrab disapa Opan itu saat ditemui di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (4/10/2018).

(Sudirman Wamad/detikTravel)(Sudirman Wamad/detikTravel)


Penjaga perbatasan dua pesantren tersebut, lanjut Opan, dijaga oleh Ki Gede Watu Tameng. Saat ini, kedua pesantren itu menjadi kompleks pemakaman.

Seiring dengan perkembangannya, tak sedikit peziarah atau pengendara melemparkan uang ke arah batu tameng saat melintas wilayah tersebut. Opan menjelaskan tradisi lempar uang itu sudah dilakukan sejak lama.

(Sudirman Wamad/detikTravel)(Sudirman Wamad/detikTravel)


Menurut Opan tradisi tersebut merupakan salah satu bentuk sedekah yang tujuannya untuk menolak malapetaka.

"Sesuai dengan ajaran Islam, sedekah itu kan bisa menolak bala. Intinya sedekah, bukan hal-hal lain," kata Opan.


(sym/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED