Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Nov 2018 21:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ijen Ditutup, Sejumlah Wisatawan Mengalihkan Pendakian Di Gunung Rante

Ardian Fanani
detikTravel
Foto: Keindahan Gunung Rante (Ardian Fanani/detikTravel)
Banyuwangi - Penutupan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen membuat wisatawan yang hendak melakukan pendakian kecewa. Akhirnya, para pendaki ini memilih mendaki Gunung Rante.

Wisatawan akhirnya memilih untuk mendaki Gunung Rante yang letaknya bersebelahan dengan Gunung Ijen. Merekapun mengaku takjub dengan keindahan panorama di Gunung Rante.

Sejumlah wisatawan sedianya hendak mendaki Gunung Ijen Rabu (21/11/18) dinihari. Namun mereka terpaksa mengurungkan niatnya karena pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Timur menutup pendakian.

"Kami kaget mengetahui adanya penutupan kawah Ijen. Mungkin kami tak baca berita jika Ijen ditutup," kata Zakaria, wisatawan asal Kediri kepada detikTravel.

Zakaria yang datang bersama 6 orang kawannya menyatakan sebelumnya sama sekali tidak mendengar adanya penutupan Ijen. Biasanya, jika ada penutupan kawasan pendakian akan ramai di media sosial. Namun mereka belum pernah mendapatkan kabar perihal penutupan Ijen ini.

Ijen Ditutup, Sejumlah Wisatawan Mengalihkan Pendakian Di Gunung RanteFoto: Para pendaki (Ardian Fanani/detikTravel)


Karena sudah terlanjut berada di kaki Gunung Ijen, mereka akhirnya memutuskan untuk mendaki Gunung Rante. Sebelum Subuh, mereka mulai mendaki Gunung yang berada di seberang jalan Gunung Ijen ini. Dia teman-temannya menyebut, jalur pendakian di Gunung Rante mengalahkan sulitnya jalur pendakian di Mahameru.

"Jalur pendakian Gunung Rante sangat terjal, sama sekali tidak ada kesempatan untuk menghela nafas," ungkap Zakaria.

Karena sulitnya medan dan jalur pendakian di Gunung Rante mereka baru mencapai puncak gunung Rante sekitar 4 jam. Ini dikarenakan mereka sering berhenti selama pendakian.

Jalurnya cukup beratJalurnya cukup berat (Ardian Fanani/detikTravel)


Padahal mereka sudah biasa melakukan pendakian di beberapa gunung, seperti gunung Bromo Mahameru dan gunung lainnya. Namun terjalnya jalur pendakian ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Meski demikian semua kelelahan yang dialami saat pendakian terbayar saat mereka mencapai puncak Gunung Rante. Ini karena pemandangan diatas sangat luar biasa. Mereka bisa melihat hamparan awan, laut selat Bali. Bahkan gunung Agung bisa dilihat dengan jelas.

"Kalau menurut saya ini mengalahkan keindahan di kawasan wisata B29 (Lumajang)," katanya. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA