Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Jan 2019 21:25 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Uniknya Budidaya Bunga Edelweis di Lereng Gunung Bromo

M Rofiq
detikTravel
Area budidaya edelweis di Probolinggo (M Rofiq/detikTravel)
Area budidaya edelweis di Probolinggo (M Rofiq/detikTravel)

FOKUS BERITA

Liburan Akhir Tahun
Probolinggo - Untuk melestarikan bunga edelweis, dibuatlah budidayanya di lereng Gunung Bromo. Traveler pun bisa berkunjung ke sana.

Objek wisata Gunung Bromo tak hanya menyimpan keindahan alam, akan tetapi kaya dengan flora dan faunanya. Namun demikian, jika tidak dijaga kekayaan alam yang dimiliki gunung cantik ini akan punah.

Misalnya saja bunga edelweis atau bunga abadi, yang menjadi bunga khas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Guna melestarikan bunga langka dan dilindungi itu, sekelompok warga yang tergabung dalam Pokdarwis Gunung Bromo Tengger membangun areal budidaya tanaman edelweis.

Areal budidaya ini, menjadi satu lokasi dengan rumah adat Tengger, di mana lokasinya di lereng puncak Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ketua Pokdarwis, Sugeng Djumadyono mengatakan, ada sekitar 1.500 bibit edelweis yang dibudidayakan di areal rumah adat Tengger seluas setengah hektar. Sejumlah bibit itu sengaja ditanam agar tanaman edelweis tetap lestari.

Disebutkan Sugeng, jika sampai saat ini tanaman edelweis masih digunakan warga Tengger dalam upacara adat Suku Tengger seperti Agem-agem dalam perayaan Karo.

"Melalui adanya lahan budidaya ini, ke depan para warga Tengger tidak lagi mengambil tanaman Edelweis dari alam bebas. Diharapkan mereka bisa mengambil dari sini, untuk keperluan adat," jelasnya pekan lalu.
Uniknya Budidaya Bunga Edelweis di Lereng Gunung BromoBunga edelweis (M Rofiq/detikTravel)


Sugeng menjelaskan, jika tanaman edelweis sendiri merupakan bagian dari kearifan lokal warga Suku Tengger Bromo. "Kalo edelweis di sini, jenisnya Anaphalis javanica dan keberadaanya mulai langka, makanya perlu dilestarikan," tukasnya.

Sementara itu, Camat Sukapura, Yulius Christian berharap, adanya areal budidaya tanaman edelweis ini bisa juga menjadi tempat pembelajaran bagi para siswa sekolah maupun masyarakat umum yang ingin belajar menanam edelweis dan mengenal budaya Suku Tengger.

"Tentunya adanya tempat ini, bisa jadi mini museum bagi wisatawan yang berkunjung. Selain mengenal tanaman khas Tengger, mereka juga tahu budaya Suku Tengger itu seperti apa,"kata Yulius.

Sebagai informasi, rumah adat Suku Tengger sendiri memiliki luas 10x9 meter persegi, di mana di dalamnya terdapat berbagai peralatan sehari-sehari khas warga Suku Tengger serta Pawon Tengger.

Uniknya Budidaya Bunga Edelweis di Lereng Gunung BromoBudidaya edelweis (M Rofiq/detikTravel)





Tonton juga 'Kalau ke Bromo, Jangan Lupa Mampir di Budidaya Edelweis':

[Gambas:Video 20detik]



(wsw/wsw)

FOKUS BERITA

Liburan Akhir Tahun
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED