Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Jan 2019 21:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Hijaunya Gardu Pandang Gunung Gede yang Bikin Adem

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Gardu Pandang Gunung Gede, Gunungkidul (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Gardu Pandang Gunung Gede, Gunungkidul (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Gunungkidul - Gardu pandang kini mulai menjadi tren di Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya yang bikin mata adem adalah Gardu Pandang Gunung Gede.

Memanfaatkan kondisi alam yang masih asri, saat ini banyak destinasi wisata non Pantai bermunculan di Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya adalah Gardu Pandang Puncak Gunung Gede. Di tempat tersebut, mata pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan alam berupa hijaunya pepohonan dan perbukitan dari ketinggian.

Bahkan, jika cuaca sedang bersahabat, pengunjung dapat pula menikmati keindahan Gunung Merapi dari gardu pandang yang berlokasi di Dusun Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Untuk mencapai gardu pandang tersebut, pengunjung harus menempuh perjalanan dari jantung Kota Yogyakarta ke arah tenggara sejauh 30 kilometer, tepatnya ke Kecamatan Dlingo, Bantul. Nantinya, dari Dlingo pengunjung disarankan mengambil jalur ke Desa Getas, Kecamatan Playen.

Hijaunya Gardu Pandang Gunung Gede yang Bikin AdemFoto: (Pradito Rida Pertana/detikTravel)


Untuk jalan yang dilalui terbilang tidak sulit, mengingat jalan di daerah tersebut sudah beraspal. Setelah menyusuri jalur Dlingo-Playen, pengunjung akan melintasi sebuah jembatan besar yang berada di tengah perbukitan dan dilanjutkan dengan jalur menanjak.

Setelah melewati tanjakan tersebut nantinya pengunjung akan menemukan pelakat Gardu Pandang Puncak Gunung Gede di pinggir jalan.

Sampai di Gardu Pandang itu, pengunjung harus memarkirkan kendaraan bermotornya dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki guna mencapai puncak Gunung Gede. Namun tak perlu khawatir, pengelola tempat wisata telah menyediakan jembatan dari bambu untuk mempermudah pengunjung mencapai puncak tersebut.

Setelah berjalan beberapa meter, pengunjung akan mendapati hamparan rerumputan dan beberapa gazebo serta spot foto. Melongok lebih jauh, mata pengunjung akan dimanjakan pemandangan alam berupa perbukitan nan asri dari puncak Gunung Gede. Tak hanya dapat menikmati keasrian alam, pengunjung juga dapat berswafoto di beberapa spot foto dengan beraneka bentuk.



Hijaunya Gardu Pandang Gunung Gede yang Bikin AdemFoto: (Pradito Rida Pertana/detikTravel)


Salah seorang pengunjung, Alfian David Saputra (26), mengatakan, bahwa ia baru pertama kali mengunjungi Gardu Pandang Puncak Gunung Gede. Dijelaskan David, ia tertarik mengunjungi tempat tersebut karena mendengar cerita dari temannya bahwa pemandangan alam dari gardu pandang itu indah.

"Pemandangannya bagus, tapi Gunung Merapinya tidak kelihatan, ya mungkin karena cuaca mendung juga," katanya saat ditemui detikTravel di Gardu Pandang Puncak Gunung Gede, Dusun Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (8/1/2019).

Warga Desa Tawarsari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul ini melanjutkan, bahwa spot-spot foto di gardu pandang tersebut cukup banyak dan memudahkannya berswafoto. Namun, ia menilai fasilitas di gardu pandang itu kurang terawat dan masih kurang.

"Sebenarnya pemandangannya bagus, spot fotonya juga, tapi lebih bagus lagi kalau ditata lagi spot fotonya biar tidak kelihatan numpuk-numpuk gitu. Atau pengelola bisa mengecat ulang spot fotonya biar lebih menarik lagi," ujarnya.



Hijaunya Gardu Pandang Gunung Gede yang Bikin AdemFoto: (Pradito Rida Pertana/detikTravel)


"Sama satu lagi, di sini belum ada yang berjualan makanan dan minuman, kalau ada kan bisa membuat pengunjung lebih betah lagi di sini (Gardu Pandang Puncak Gunung Gede)," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Gede, Sukardi menjelaskan, bahwa Gardu Pandang Puncak Gunung Gede masih dalam pengembangan dan baru dibuka sejak 2 tahun lalu. Sejalan dengan pengembangan itu, saat ini di gardu pandang tersebut telah dibangun sejumlah fasilitas berupa spot foto, gazebo, toilet dan musala.

Mengenai kurang tertata dan terawatnya fasilitas di tempat tersebut, Sukardi menyebut bahwa Pokdarwis yang diketuainya masih terbentur dana. Terlebih jumlah anggota Pokdarwisnya belum cukup banyak.

"Ya kendala pengembangan objek wisata ini karena minimnya anggaran dan jumlah pengelola yang masih sedikit yaitu sekitar 20 orang," ucapnya saat ditemui di area parkir Gardu Pandang Puncak Gunung Gede, Dusun Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (8/1/2019).

"Tapi untuk pengunjungnya setiap hari ada, kalau hari biasa gini bisa sampai 25 orang yang datang dan kalau akhir pekan bisa ratusan orang yang datang," imbuhnya.

Hijaunya Gardu Pandang Gunung Gede yang Bikin AdemFoto: (Pradito Rida Pertana/detikTravel)


Kendati mengalami keterbatasan, lanjut Sukardi, Pokdarwisnya terus berupaya melakukan pengembangan fasilitas di gardu pandang tersebut. Bahkan, saat ini pihaknya mensiasati kekurangan tersebut dengan lebih fokus untuk mempromosikan keindahan pemandangan dari Gardu Pandang Puncak Gunung Gede.

"Pemandangan yang disajikan disini itu paling bagus saat sunset dan sunrise, terus kalau pagi disini berkabut, jadi seperti ada di atas kabut sembari menikmati sunrise," katanya.

Perlu diketahui, Gardu Pandang Puncak Gunung Gede buka sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Sedangkan untuk masuk ke tempat tersebut, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Mengingat belum adanya penjual makanan dan minuman di tempat tersebut, para pengunjung diharapkan membawa bekal sendiri. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED