Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Jan 2019 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Turis Asing Juga Pernah Belajar Bikin Barong di Sukawati

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Foto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Foto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Gianyar - Kesenian barong yang identik dengan Bali sudah dikenal masyarakat dunia. Bahkan ada turis asing yang tertarik dan belajar langsung cara membuat barong.

Barong yang menjadi ciri khas Bali memang menarik perhatian mata turis yang liburan di Bali. Mulai dari warga negara Amerika Serikat hingga Belanda pun pernah belajar membuat barong di salah satu sentra produksi barong di Sukawati, Gianyar, Bali.

Salah satu pengrajin barong asal Banjar Puaya, Desa Batuan, Sukawati, Made Puji menuturkan kerajinan barong mulai ramai dibuat di desanya sejak 1970-an. Dari barong itu dia juga punya murid mancanegara.

"Ini generasi ketiga dari bapak saya, sekarang ke anak. Kalau produk (barong) sempat dikirim ke Prancis, bahkan ada juga murid dari Texas, Balanda ke sini belajar bikin topeng, barong," ujar Made ditemui di kediamannya, Jumat (11/1/2019).

 (Aditya Mardiastuti/detikTravel) (Aditya Mardiastuti/detikTravel)


Made merupakan salah satu pengrajin barong yang masih eksis di desanya. Masa mudanya juga aktif menjuarai lomba-lomba di tingkat kota/kabupaten. Sehingga tak jarang, dirinya menjadi rujukan yang ditunjuk pemda setempat.

Dia juga pernah mengikuti sanggar seni dan menjadi penabuh gamelan Bali. Dia mengaku kegiatannya itu turut mempromosikan usahanya.

"Dulu 1987 saya pernah ke Belanda bawa Calon Arang, ada tamu lihat terus ke sini. Saya juga dulu pernah keliling Eropa bawa kesenian diajak Pustaka Budaya, waktu itu nabuh aja. Sambil keliling nyambi bikin kerajinan," terangnya.

Untuk mengerjakan pesanan barong maupun produksi topengnya, Made biasa mengajak tetangga desa maupun saudaranya untuk membantu. Kini dia memiliki sekitar 20 pegawai untuk mengejakan setiap pesanan.

"Kalau semua ada 20 orang, kalau untuk nyelesein biasa 6 orang. Dibayarnya tenaga harian," terangnya.

(Aditya Mardiastuti/detikTravel)(Aditya Mardiastuti/detikTravel)


Dalam setahun, Made biasa menerima pesanan tiga barong berukuran besar. Harga barong itupun bervariasi tergantung kemampuan pemesan.

"Kalau barong yang ini (sedang dibuat) dijual Rp 250 juta. Diselesaikan tiga bulan untuk kepentingan pura," jelasnya.

Made tak hanya membuat barong, dia juga membuat topeng-topeng maupun pernak-pernik tarian Bali. Barang buatannya itupun juga sudah dipasok ke sejumlah toko suvenir di Bali.

"Orang lokal juga banyak yang ke sini. Tamu biasanya dari artshop, Joger juga masuk. Biasanya kalau setor topeng minimal 2 dus, kalau miniatur-miniatur jumlahnya sampai ratusan," terang Made.
(Aditya Mardiastuti/detikTravel)(Aditya Mardiastuti/detikTravel)


Made mengaku bisa mendapat ratusan juta tiap bulannya. Namun, menurutnya menekuni bisnis ini juga harus ikhlas.

"Tiap bulan bisa dapat minimal Rp 500 juta belum bersih. Rezeki itu ada aja, asal kita jujur kerja pasti ada, " ucapnya.

(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Jebakan di Jalur Sepeda

Minggu, 26 Mei 2019 08:55 WIB

Jalur sepeda di pedestrian adalah hal yang positif seperti di Bogor. Tapi kalau bisa, jalurnya jangan menabrak pohon dong.