Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Jan 2019 18:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tradisi Kuda Menari dan Penunggang Cantik dari Polewali Mandar

Abdy Febriady
detikTravel
Foto: (Abdy Febriady/detikTravel)
Foto: (Abdy Febriady/detikTravel)
Polewali Mandar - Polewali Mandar di Sulawesi Barat punya sebuah tradisi menarik bernama Kuda Menari. Dalam tradisi ini, kuda akan ditunggangi oleh wanita cantik.

Tidak hanya terkenal dengan kekayaan wisata alamnya, Polewali Mandar juga dikenal dengan keragaman wisata tradisi. Salah satunya Kuda Menari.

Seperti yang digelar di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, pada Rabu sore (16/01/19).

Ribuan warga berjejer di pinggir jalan untuk menyaksikan kemeriahan festival kuda menari khas Suku Mandar. Festival ini digelar secara rutin setiap tahun oleh warga di daerah ini.

(Abdy Febriady/detikTravel)(Abdy Febriady/detikTravel) Foto: undefined


Banyaknya warga yang antusias menyaksikan wisata tradisi ini, tak jarang menyebabkan kemacetan panjang arus lalu lintas.

Disebut kuda menari, karena setiap kuda terlatih yang ditunggangi dua wanita cantik berbusana adat daerah setempat, akan berjingkrak-jingkrak setiap kali mendapat instruksi dari sang pawang kuda layaknya sedang menari.

Tabuhan musik rebana menambah kemeriahan festival yang oleh warga setempat juga dikenal dengan istilah Sayyang Pattudu (Kuda Menari).

Saat melihat kuda yang ditunggangi dua wanita cantik berjingkrak tinggi, dijamin akan membuat penonton berdecak kagum. Bahkan setidaknya berteriak histeris lantaran takut wanita cantik yang menunggangi kuda akan terjatuh.

(Abdy Febriady/detikTravel)(Abdy Febriady/detikTravel) Foto: undefined


Tapi jangan khawatir, soalnya pada sisi kiri dan kanan kuda menari, terdapat masing-masing dua pria dewasa yang bertugas memegangi pundak wanita penunggang kuda. Oleh warga mereka biasa disebut dengan istilah Passarung.

Selama festival berlangsung, para peserta akan diarak berkeliling kampung. Tidak jarang ada saja warga khususnya kaum pria yang melantukan Kalindada atau pantun kepada wanita penunggang kuda menari.

Kalindada yang disampaikan dalam bahasa Mandar tersebut, biasanya berisi rayuan kepada wanita cantik penunggang kuda menari.

Dahulu kala kuda menari hanya ditunggangi keluarga kerajaan dan digelar pada acara tertentu saja khususnya acara kebangsawanan, dan kerap dijadikan simbol sosial warga keturunan bangsawan.

Namun di masa kini, pelaksanaan kuda menari kerap dilakukan sebagai bentuk penghargaan. Khususnya kepada anak-anak yang menyelesaikan bacaan Al Quran.

 (Abdy Febriady/detikTravel) (Abdy Febriady/detikTravel) Foto: undefined


Selain untuk memeriahkan perayaan Maulid Nabi, Festival Kuda Menari ini juga kerap dilakukan untuk meramaikan acara pernikahan, dan penyambutan tamu-tamu pejabat.

Bahkan Festival Kuda Menari tidak hanya diikuti masyarakat lokal saja. Warga pendatang hingga yang berasal dari mancanegara juga ikutan.

Salah seorang warga bernama Saldy mengaku, tidak pernah melewatkan wisata tradisi yang menjadi kebanggaan warga di daerah ini

"Pokoknya setiap tahun saya selalu meluangkan waktu untuk menyaksikan secara langsung kegiatan ini, kuda menari yang disertai tabuhan musik rebana, merupakan kebanggaan warga di daerah ini, yang patut diberi apresiasi dan dipertahankan keberadaannya," ungkapnya kepada wartawan, usai menyaksikan Festival Kuda Menari.

Penasaran merasakan sensasi keseruan menunggangi kuda menari? Anda bisa berkunjung langsung ke Polewali Mandar. Namun jika takut menunggangi kuda, menjadi penonton juga seru kok!

(Abdy Febriady/detikTravel)(Abdy Febriady/detikTravel) Foto: undefined


cover
Tradisi Kuda Menari (Abdy Febriady/detikTravel) (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA