Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Feb 2019 18:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tenangnya Sembahyang Imlek di Vihara Gunung Kalong Semarang

Aji Kusuma
detikTravel
Suasana di Vihara Gunung Kalong Semarang jelang Imlek (Aji/detikTravel)
Suasana di Vihara Gunung Kalong Semarang jelang Imlek (Aji/detikTravel)
Semarang - Berada di antara wilayah perbukitan Kabupaten Semarang, berdiri Vihara Gunung Kalong. Ini suasana sembahyang Imlek yang tenang dari ketinggian 472 meter!

Di puncak Gunung Kalong, berdiri Vihara Avalokitesvara Sri Kukus Redjo. Sejak didirikan pada tahun 1965 oleh DjojoSoperapto, Vihara Gunung Kalong mengawinkan tradisi Jawa dengan Tionghoa.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Warno, penjaga vihara yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri di Vihara Gunung kalong.

"Penggunaan melati dan huruf jawa yang sejajar dengan ornamen khas Tionghoa adalah upaya menyetarakan budaya yang ada. Sehingga mayoritas umat yang berasal dari Jawa tetap bisa menjaga budaya asli sekaligus merawat kekhasan adat Tionghoa di vihara," jelas Warno kepada detikTravel, Senin (4/2/2019).

Vihara ini berada di ketinggian 472 meter (Aji/detikTravel)Vihara ini berada di ketinggian 472 meter (Aji/detikTravel)
Menjelang imlek, Vihara yang memiliki patung Dewi Kwan Im setinggi 7 meter ini, tidak mengadakan kegiatan perayaaan besar. Hal ini dikarenakan sejak mula berdirinya vihara, umat Vihara Gunung Kalong hanya mengadakan doa bersama.

"Kami hanya melakukan sembahyang dan refleksi saat tengah malam. Ibadah dipimpin Suhu Thwan dan diikuti umat vihara," papar Warno.


Tonton video: Jelang Imlek, Pernak-pernik Babi dan Kue Keranjang Laku Keras

[Gambas:Video 20detik]



Di vihara yang memiliki tuan rumah Mak Co Kwan Im ini, perayaan besar akan dilaksanakan pada hari lahir Dewi Kwan Im. Pada saat itu, umat akan berbondong-bondong ke Vihara dan mengadakan selamatan.

"Nanti pada Hari ke 19 Bulan keenam La Gwe Cap Kaw tiba, kami akan menggelar selamatan dan doa bersama. Kami percaya hari itu sebagai hari kesempurnaan, biasanya acara ibadah akan diikuti ratusan umat dari berbagai daerah," jelas Warno sembari menata ruang yang akan digunakan ibadah sembahyang Imlek malam nanti.

Patung Dewa-dewi di dalam vihara (Aji/detikTravel)Patung Dewa-dewi di dalam vihara (Aji/detikTravel)
Banyak umat yang mencari ketenangan memilih merayakan sembahyang Imlek di Gunung Kalong. Selain suasana yang sepi, Gunung Kalong memiliki alam yang mendukung untuk menepikan diri dan merefleksi kehidupan selama setahun silam.

"Yang jelas memaknai pergantian tahun, dengan sembahyang dan refleksi akan semakin meningkatkan keimanan. Sebab dengan begitu, umat dapat memulai tahun baru dengan kesadaran kuat untuk berbenah ke arah yang lebih baik," tandas Warno. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA