Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Feb 2019 09:22 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ada Peradaban Kuno di Temanggung!

Eko Susanto
detikTravel
Foto: Situs Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung (Eko Susanto/detikTravel)
Foto: Situs Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung (Eko Susanto/detikTravel)
Temanggung - Traveling ke Temanggung, ada yang istimewa untuk traveler yang suka tempat-tempat unik. Ada bukti peradaban kuno di sana.

Keberadaan Situs Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jateng, dianggap istimewa. Hal ini mengingat di situs ini ditemukan lahan pemukiman, peribadatan dan lahan pertanian.

Adapun Situs Liyangan berada di lereng Gunung Sindoro. Untuk sampai lokasi dari Kota Temanggung perjalanan ditempuh sekitar satu jam. Sebelum memasuki lokasi, sepanjang perjalanan bisa menikmati keindahan alam dan lahan pertanian yang menghijau.

Ekskavasi di Situs Liyangan dilakukan sejak tahun 2010 hingga sekarang. Setelah dilakukan ekskavasi ditemukan bangunan candi, jalan, saluran irigasi maupun permukiman penduduk.

Bekas pemukiman kuno (Eko/detikTravel)Bekas pemukiman kuno (Eko/detikTravel)
Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto mengatakan, pada tahun 2008 Balai Arkeologi menerima laporan dari warga masyarakat. Kemudian pada tahun 2009 melakukan survei dan ekskavasi dilakukan sejak 2010 hingga sekarang.

"Pada tahun 2008, kami dapat laporan dari warga, kemudian 2009 melakukan survei, mulai 2010 melakukan ekskavasi sampai sekarang," katanya saat dihubungi detikTravel, Senin (4/2/2019), malam.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Situs Liyangan merupakan permukiman kuno yang lengkap. Hal ini mengingat ada tempat ibadah, untuk bermukim dan ada tempat untuk bertani.

"Situs Liyangan permukiman kuno yang lengkap, ada tempat ibadah, tempat untuk bermukim dan ada tempat untuk bertani, jadi lengkap. Itu bentuknya, kalau masanya sangat panjang sejak abad ke-2 sampai abad ke-11 masehi," katanya.

Ada temuan candi juga (Eko/detikTravel)Ada temuan candi juga (Eko/detikTravel)
Adapun saat ekskavasi ada temuan-temuan, kata dia, yang menandakan sebagai tempat peribadatan yakni berupa candi, arca, alat upacara seperti genta dan tempat menaruh bunga. Sedangkan untuk pertanian dengan ditemukan alat-alat pertanian seperti cangkul, ada parang dan ada pipisan serta alat untuk mengilas biji-bijian bumbu.

"Ditemukan juga lahan pertanian. Lahan pertanian bentuknya gundukan-gundukan memanjang dan ditanami di atasnya," tutur dia.

Permukiman yang ditemukan di sekitar situs tersebut, kata dia, merupakan permukiman yang eksklusif karena yang tinggal merupakan para pengelola candi.

"Permukiman yang dulu itu eksklusif khusus untuk pengelola candi, jadi bukan warga biasa. Situs seluas itu kan yang mengelola banyak sekali, mereka juga bertani juga," tuturnya.

Ini adalah situs yang lengkap seperti kompleks (Eko/detikTravel)Ini adalah situs yang lengkap seperti kompleks (Eko/detikTravel)
Menurut Sugeng, bukan hanya lebih komplit, tetapi menurut dia yang paling istimewa adalah data-data organik yang tidak ditemukan di situs lainnya yang semasa, seperti arang-arang kayu bekas rumah. Mereka menemukan bekas bahan makanan juga, ada padi dan lain-lain, semuanya dalam keadaan arang karena terbakar.

"Bahkan kita temukan lahan pertaniannya, saluran irigasinya, nggak ada di tempat lain, situs lain yang semasa, sangat kompleks dan integral," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto mengatakan, dengan ditemukan Situs Liyangan tersebut, Pemkab Temanggung pada tahun 2011 atau 2012-an telah membebaskan lahan seluas 5.635 meter persegi.

"Pemkab Temanggung pada tahun 2011 atau 2012-an telah membebaskan lahan seluas 5.635 meter persegi di Situs Liyangan," katanya.

Tempat ini sudah menjadi objek wisata sejarah (Eko/detikTravel)Tempat ini sudah menjadi objek wisata sejarah (Eko/detikTravel)
Selain itu, kata dia, warga sekitar juga membentuk Tim Peduli Situs Liyangan yang diketuai Kepala Desa Purbosari.

"Di sana ada Tim Peduli Situs Liyangan diketuai Kepala Desa Purbosari berjumlah 16 orang. Mereka ini bertugas menjaga dan menyelamatkan," ujar dia.

Keberadaan Situs Liyangan ini bisa menjadi lokasi wisata edukasi yang ingin mengetahui perkembangan sejarah. Wisatawan pun silih bergantian datang menuju lokasi tersebut. Tercatat pada bulan Januari ada 2.595 pengunjung yang datang. Para pengunjung ini terdiri dari pelajar, mahasiswa maupun masyarakat biasa.

"Kami sengaja ke sini karena penasaran. Tadi sempat foto-foto dan buat video. Kami tertarik dengan salah satu kehidupan masa lampau bisa menambah wawasan tentang sejarah nenek moyang," ujar Rudi Usman (27), yang datang bersama Wahyu Setiyadi (22), keduanya warga Pringsurat.

Hal senada disampaikan pengunjung lainnya, Kabul (50), warga Candiroto. "Tadi dari Temanggung, mau balik mampir melihat sini. Lokasi ini harus ada perhatian khusus karena masuk cagar budaya," tuturnya. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA