Selama ini, Kota Bitung di Sulawesi Utara terkenal akan industri pengolahan ikan skala besar. Namun kini mereka ingin beralih ke sektor pariwisata guna menggenjot perekonomian akibat lesunya industri perikanan. Sejumlah jurus pun disiapkan, termasuk 5 Pesona Wisata Kota Bitung.
"5 Pesona pariwisata ini berasal dari masukan-masukan Pak Sofyan Djalil dan Pak Sony Sumarsono, jadi semua terkonsep. Pesona pertama yaitu lautan kita. Alam bawah laut Bitung, ada 95 titik penyelaman. Kalau cari keindahan silakan ke Bunaken, tapi kalau cari yang unik-unik ada di Lembeh," ujar Walikota Bitung, Max J Lomban di Rumah Dinasnya, Selasa (19/2/2019) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pesona keempat, yaitu industri kita. Kita setidaknya sudah mengatur, membuat kopra sampai jadi minyak kelapa dalam durasi film selama 2 menit. Begitu juga dengan sawit dan ikan kaleng," imbuh Max.
Pesona kelima, ada pesona budaya, sejarah, dan religi. Bitung sendiri memiliki masyarakat yang majemuk dengan kebudayaan multietnis dan agama. Kerukunan dan toleransi di Bitung sangat tinggi. Tak jarang kita menjumpai bangunan gereja dan masjid berdiri bersebelahan.
Semua keunggulan pesona itu akan digunakan untuk memajukan pariwisata di Bitung. Respon masyarakat Bitung sendiri sangat terbuka akan perubahan ini. Mereka ingin agar roda ekonomi tetap berjalan.
"Mereka senang. Tidak ada masalah. Manusia itu kalau nggak ada tekanan, nggak akan terbuka otaknya. Ini kalau begini terus bisa jadi masalah. Pertumbuhan ekonomi di Bitung dulu 7,2 persen di 2014, kemudian turun 3,56 persen di 2015. Kini sudah naik lagi ke 6 persen berkat pariwisata," pungkas Max.
Jadi buat traveler yang ada rencana liburan ke Manado, mampir juga yuk ke Bitung. Jaraknya hanya sekitar 44 km yang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam. Kamu bisa liburan asyik juga di sini!
(wsw/fay)













































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun