Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 03 Mar 2019 15:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menengok Latihan Gamelan Jelang Pawai Ogoh-ogoh di Bali

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Latihan gamelan di Banjar Jematang, Denpasar (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Latihan gamelan di Banjar Jematang, Denpasar (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Denpasar - Satu hari sebelum Nyepi, umat Hindu di Bali akan menggelar pawai ogoh-ogoh. Tahun ini ada pelarangan sound system sebagai musik pengiring, hal itu menjadikan tantangan bagi anak muda untuk mengaransemen gamelan.

Seperti apa latihannya?

Alunan musik gamelan rancak terdengar dari Banjar Jematang, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Minggu (3/2/2019) malam. Terlihat sejumlah anak-anak duduk bersila mengelilingi seorang pengendang.

Mereka terlihat sibuk memainkan ceng-ceng, reong, kempur hingga kajar mengikuti irama kendang. Salah satunya, Dewa Sangputu Widyarsana Nugraha (11) siswa kelas 5 SD itu terlihat semangat memukul reong mengikuti irama kendang.

"Lebih seneng main gamelan daripada game, karena lebih bermanfaat. Main reong itu susah-susah gampang," cetus Dewa.

Menengok Latihan Gamelan Jelang Pawai Ogoh-ogoh di BaliFoto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)


Dia juga mengaku bersemangat latihan gamelan karena dilibatkan untuk iringan pawai ogoh-ogoh Bima Bhaksa yang dibuat para seniornya di Banjar. Apalagi, Dewa mengaku mengidolakan tokoh Bima yang berhasil mengalahkan raksasa kembar Rukmuka dan Rukmakala itu.

"Seneng, ogoh-ogohnya bisa muter. Paling suka Bima karena pemberani," cetusnya.

Ogoh-ogoh Banjar Jematang ini memiliki tinggi 4,5 meter dan berbobot sekitar 300 kg. Uniknya ogoh-ogoh ini bisa berputar dan bergerak-gerak menggunakan sensor suara dari ponsel yang disambungkan dengan bluetooth.

Menengok Latihan Gamelan Jelang Pawai Ogoh-ogoh di BaliFoto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)

Misalnya dengan perintah 'Hidupkan Bima' kepala Bima itu bisa bergerak menoleh ke kanan dan kiri. Begitu juga dengan perintah 'putar' ogoh-ogoh itu bisa berputar hingga 360 derajat.

"Pembuatannya mulai 4 Desember hingga 27 Februari, dibuat sama Seka Teruna Satwika dibantu anak-anak juga. Mereka bantu nempel kertas koran, sama gamelan biar sejak kecil ada kecintaan sama kegiatan Banjar dan (budaya) ogoh-ogoh," ujar Ketua Panitia Ogoh-ogoh Banjar Jematang, AA Ngurah Tresna Adnyana.

Seperti Dewa, anak-anak lainnya juga antusias menanti pawai ogoh-ogoh yang bakal digelar Rabu (6/3) mendatang. Seperti tahun sebelumnya, pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar akan dipusatkan di titik nol kilometer atau Patung Caturmuka. (ams/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED