Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Mar 2019 16:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mandeh, Raja Ampat Ala Sumatera Barat

Afif Farhan
detikTravel
Mandeh yang indah (dok Kementerian Pariwisata)
Mandeh yang indah (dok Kementerian Pariwisata)
Padang - Sumatera Barat menawarkan banyak pesona wisata. Salah satunya Mandeh, yang panoramanya disebut-sebut seperti Raja Ampat.

Berada di pesisir selatan dari Sumatera Barat, Mandeh merupakan gugusan pulau melingkupi Traju, Sironjong Besar, Sironjong Kecil, Pulau Setan, hingga Pulau Cubadak yang seluruhnya cantik dengan perbukitan hijau nan alami. Semuanya seakan bercerita tentang sebuah surga yang masih tersembunyi.

Maka jika pernah singgah di Raja Ampat, Papua Barat, ingatlah bahwa Mandeh di Pesisir Selatan, Sumbar tak kalah kecantikannya.

Kini Mandeh yang kemudian dikembangkan sebagai Kawasan Wisata Bahari Terpadu perlahan tapi pasti mulai terkuak dan kian populer di kalangan wisatawan. Mandeh yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, itu semakin menjadi primadona baru pariwisata di Kota Minang.

Dalam siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima detikTravel, Selasa (5/3/2019) terletak 43 kilometer dari Kota Padang, Mandeh bisa ditempuh dengan jalur darat sekitar 2 jam perjalanan. Jalan mulus dan berkelok ditambah panorama alam yang indah membuat siapa saja yang datang semakin penasaran ke destinasi yang sering disebut Raja Ampat di Sumatera Barat itu.

Ke arah utara kawasan tersebut, pengunjung bisa menikmati gugusan pulau yang terlihat melingkar seperti Pulau Pagang, Pulau Marak yang berdampingan dengan Sikuai, serta Pulau Bintangor.

(dok kementerian Pariwisata)(dok kementerian Pariwisata)


Untuk menikmati gugusan pulau yang ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Terpadu oleh Presiden Joko Widodo pada 10 Oktober 2015 itu, bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Yang pertama dengan melakukan island hopping dimulai dengan menyewa perahu nelayan dari Dermaga Lama Carocok. Di sana sudah ada beberapa pegiat wisata yang menawarkan paket-paket untuk perjalanan sehari (one day trip) mengelilingi kawasan mandeh. Harganya pun beragam tergantung jumlah peserta yang ikut. Mulai dari Rp 150 ribu perorang. Harga tersebut minimal kuota peserta trip sebanyak 10 orang.

BACA JUGA: Pantai Muaro Bantiang yang Syahdu di Mandeh

"Harga menyesuaikan dari banyaknya peserta yang ikut. Harga itu sudah termasuk biaya sewa alat snorkeling dan makan siang yang dihidangkan di Pulau Setan," kata Ryan Pramayoga salah satu operator jasa wisata di Mandeh.

Wisatawan tidak perlu khawatir untuk "island hoping" di Mandeh. Ryan membekali kapalnya dengan peralatan keselamatan standar seperti jaket pelampung.

"Meskipun perairan di sini tenang, prosedur keselamatan tetap kami perhatikan. Supaya wisatawan nyaman berwisata," katanya.

(dok Kementerian Pariwisata)(dok Kementerian Pariwisata)


Bermodal mesin kapal 15 PK, Ryan bersama 300 pemilik kapal yang dulunya nelayan, kini beralih menjadi tour operator. Dan memanfaatkan nama Mandeh sebagai salah satu sumber penghasilan mereka.

"Di sini ada spot snorkling dengan berbagai macam ikan dan biota laut yang bisa langsung dilihat. Juga ada spot kapal Belanda yang karam bisa dilihat dengan cara scuba diving," katanya.

Tidak hanya itu, aktivitas cliff jump atau lompat dari tebing langsung ke laut bisa menjadi atraksi sendiri di Pulau Sironjong. Terdapat anak tangga yang mengantar kita ke puncak tebing. Tingginya pun bervariasi mulai dari 5 meter sampai 20 meter.

"Cliff jump ini sudah sangat familiar. Akan tetapi wisatawan yang belum pernah melakukannya disarankan tidak melompat dari ketinggian 20 meter. Atau dengan kata lain hanya untuk yang sudah profesional saja," kata Ryan.

(dok Kementerian Pariwisata)(dok Kementerian Pariwisata)


Selain wisata bahari, wisatawan juga bisa menikmati Mandeh dengan melakukan trekking ke beberapa air terjun. Salah satunya Air Terjun Mandeh. Bila beruntung, saat trekking wisatawan bisa berjumpa dengan kawanan monyet siamang, salah satu spesies kera hitam berlengan panjang dan hidup di pepohonan di kawasan Mandeh.

Sebagai penutup hari, maka melihat matahari terbenam di Puncak Mandeh bisa menjadi menu wajib bagi wisatawan. Di sana terdapat area khusus untuk melihat keindahan beberapa pulau di sekitar Mandeh. Ada juga tempat duduk nyaman yang bisa digunakan untuk bersantai.

Namun, jangan lupa untuk tetap menyayangi Mandeh. Kelestarian dan keindahannya adalah sesuatu yang harus dijaga. Maka wisatawan pun selalu diingatkan untuk menjaga kebersihan, baik saat "island hopping" atau ketika menikmati sunset di sana. Supaya ikan-ikan dan habitat laut tidak tercemar dengan sampah yang dibawa wisatawan. Jadi kapan mau ke Mandeh?


Mandeh, Raja Ampat Ala Sumatera Barat
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED