Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Apr 2019 17:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Gencarkan Nomadic Tourism, Menpar Resmikan The Kaldera Danau Toba

Shinta Angriyana
detikTravel
Foto: Menpar resmikan The Kaldera Danau Toba (Shinta/detikcom)
Foto: Menpar resmikan The Kaldera Danau Toba (Shinta/detikcom)
Toba Samosir - Kementerian Pariwisata makin menggenjot potensi nomadic tourism. Setelah di beberapa destinasi, kini Danau Toba sasarannya. Ada Glamping The Kaldera yang keren!

Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata prioritas yang diusung oleh Kementerian Pariwisata RI. Demi menaikkan kunjungan turis, atraksi wisata Glamping 'The Kaldera' pun kini hadir untuk para traveler.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, bahwa total luas dari Toba Kaldera Resort, area yang ditempati oleh Glamping The Kaldera Toba Nomadic Escape memiliki ukuran yang lebih luas dari Nusa Dua, Bali.

"The Kaldera luasnya 2 hektar, sedangkan resort total di sini Toba Kaldera Resort, luasnya 386,7 hektar. Nusa dua 350 hektar, lebih luas dari Nusa Dua Bali," ujarnya saat peresmian The Kaldera di di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (4/4/2019).

Gencarkan Nomadic Tourism, Menpar Resmikan The Kaldera Danau TobaFoto: The Kaldera (Shinta/detikcom)


Arief juga menjelaskan, bahwa The Kaldera merupakan atraksi Nomadic Tourism yang sedang dikembangkan untuk menarik wisatawan. Hal ini, merupakan tindakan cepat dan sementara, namun dapat memberi solusi selamanya.

"The Kaldera saya sebut sebagai Nomadic Tourism. Nomadic Tourism dari katanya berpindah-pindah, kalau membangun tetap sangat lama. Nusa Dua itu 25 tahun, 5 tahun saya garansi tidak ada pembangunan di sini, kalau ikut cara lama tidak akan pernah ada. Makanya kita ambil solusi Nomadic Tourism. Ada kemah, caravan, container. Ini hal sementara untuk solusi selamanya," tambah Arief.

Gencarkan Nomadic Tourism, Menpar Resmikan The Kaldera Danau TobaFoto: Pemandangan Danau Toba (Shinta/detikcom)


The Kaldera pun merupakan bentuk solusi yang menggunakan rumus 3A (Amenitas, Atraksi dan Akses) yang sering dijadikan patokan oleh Menpar Arief Yahya. Kemenpar juga telah membuat destinasi Nomadic Tourism di Borobudur dan Labuan Bajo.

"Untuk Nomadic amenitas, kita akan buat The Kaldera di Toba ini. Untuk atraksi di Borobudur, Labuan Bajo Nomadic akses, menggunakan phinisi untuk jalan-jalan dan pindah-pindah. Di Kaldera kita akan berfokus kepada Nomadic Amenities," papar Arief.
Gencarkan Nomadic Tourism, Menpar Resmikan The Kaldera Danau TobaFoto: Berfoto bersama (Shinta/detikcom)


Arief juga mengatakan, bahwa untuk awal pengembangan The Kaldera akan dibantu oleh Orchid Forest Cikole, hal ini karena destinasi tersebut sudah dinilai berjalan dengan baik.

"Jadi yang sudah ada dan berjalan dengan baik orchid forest. Pengelolaan pertama akan dibantu oleh dia (Orchid forest Cikole) dia lebih fokus pada nomadic attraction, kalau the kaldera lebih fokus ke amenities," tambahnya.

Nantinya, The Kaldera akan beroperasi bulan Juni mendatang. Sejumlah fasilitas seperti ruang terbuka, toilet hingga tur menggunakan helikopter pun bakal ada di sini. (sna/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA