Di kalangan traveler ibu kota Jakarta, nama Pasar Benhil tentu sudah bukan barang asing. Khususnya di bulan Ramadhan, pasar yang berada di Jakarta Pusat ini menjadi incaran para traveler karena punya banyak jajanan nikmat untuk berbuka.
Selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, Pasar Benhil memang rutin menyajikan Bazaar Takjil Ramadhan. Para pedagangnya pun sudah rutin menjajakan makanan di bazaar tersebut. Malah, tak sedikit yang sudah berjualan sejak awal bazaar atau dari belasan tahun silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasi bakar (Randy/detikcom) |
Selain pedagang nasi bakar, ada juga pedagang ikan dan ayam bakar khas Minang yang dijajakan oleh Irma Astuti. Seperti pedagang nasi bakar, barang dagangannya juga kerap menghiasi Bazaar Takjil Ramadhan Benhil dari tahun ke tahun. Katanya, tahun ini pembeli juga cukup ramai.
"Sejauh ini tahun ini (ramai), tapi sama saja sih," ujar Irma yang telah berdagang 10 tahun di sana.
Ikan bakar khas Minang (Randy/detikcom) |
Kalau mau yang lebih ringan, ada juga penjual pecel. Dijelaskan oleh Budi selaku penjual, jajanannya dihargai Rp 25 ribu per porsi. Kalau mau tambah tempe mendoan, harganya adalah Rp 20 ribu isi enam.
"Lumayan rame Sabtu Minggu. Hari kerja gini-gini saja. Buka jam 13.00-an sampai maghrib," ujar Budi.
Selain tiga jajanan di atas, masih ada banyak kuliner yang bisa ditemui di Pasar Benhil. Namun, salah satu yang cukup dicari adalah bubur kampiun khas Sumatera Barat. Datang saja langsung ke Pasar Benhil untuk melihat dan membeli jajanan di sana. Sekalian ngabuburit. (rdy/rdy)












































Nasi bakar (Randy/detikcom)
Ikan bakar khas Minang (Randy/detikcom)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah