Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Jun 2019 16:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Melihat Lebih Dekat Fenomena Crop Circle yang Viral di Kediri

Andhika Dwi
detikTravel
Fenomena Crop Circle yang viral di Kediri (Andhika Dwi/detikcom)
Fenomena Crop Circle yang viral di Kediri (Andhika Dwi/detikcom)
Kediri - Fenomena Crop Circle bikin heboh Kediri. Terutama saat Gubernur Khofifah mempromosikannya sebagai destinasi wisata di Instagram. Lalu seperti apa aslinya?

Crop Circle menghebohkan Jawa Timur. Terutama usai Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengunggah Crop Circle di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini melalui akun Instagram pribadinya.

Berdasar pantauan detikcom di lokasi. Kondisi Crop Circle ini masih dalam taraf persiapan launching. Persiapan yang dimaksud adalah merawat tanaman, peremajaan hingga persiapan membangun gardu pandang.

Crop Circle ini berada di area persawahan dengan luas 2,1 hektar di wilayah Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, hasil karya kelompok tani (Poktan) Citarum Raharja 2.

BACA JUGA: Khofifah Promosi Wisata Crop Circle di Kediri

Kepala Desa Kedungmalang, Edi Sumitro kepada detikcom mengatakan, konsep awal lokasi tersebut untuk rest area, namun dalam perkembangannya bekerjasama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Timur, untuk dijadikan lokasi wisata edukasi.

"Kami melihat peluang wisata karena desa kami berada di jalan strategis yang dilewati wisatawan yang akan menuju Kota Batu Malang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta. Dari beberapa masukan BPSB, rest area ini diberi daya tarik tambahan agar menambah perekonomian desa," ucap Edi, Selasa (11/06/19).

Melihat Lebih Dekat Fenomena Crop Circle yang Viral di KediriFoto: (Andhika Dwi/detikcom)


Menurut Edi, BPSB melihat ada potensi dari Desa Kedungmalang yang bisa diangkat dan ditampilkan menjadi sajian kepada pengunjung lokasi rest area. Potensi tersebut yakni pertanian Desa Kedungmalang yang cukup bagus dalam penguasaan teknologi pertanian.

"Teknologi pertanian memang menjadi daya lebih kami karena desa kami ditempati Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Papar. Sehingga dengan dibantu para penyuluh, kami bergerak mengemas potensi tersebut dalam bentuk wisata edukasi pertanian. Di dalam wahana ini kami akan memberikan edukasi mengenai pengenalan berbagai macam varietas tanaman, cara budidaya, potensi pasar dan lain sebagainya," imbuh Edi.

Sementara menurut Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan. Di lokasi Crop Circle terdapat 9 varietas berbeda padi hibrida, 54 padi inbrida, 19 jagung hibrida, 8 varietas jagung manis, jagung pulut manis, jagung pulut ungu, 8 varietas kedelai, shorgum, 19 varietas melon, 17 varietas mentimun, dan 6 varietas bawang merah.

Melihat Lebih Dekat Fenomena Crop Circle yang Viral di KediriFoto: (Andhika Dwi/detikcom)


Juga ada 17 varietas semangka, strawberry, 10 varietas cabai, 9 tomat, 116 kacang panjang, 6 buncis, terong, kubis ungu, kubis sendok, sawi hijau, sawi sendok, bayam ungu, bayam hijau, bayam belang, okra, kemangi, labu botol, labu madu, labu jepang, parea, oyong, bunga marigold, bunga celosia, bunga matahari, dan bunga pacar air. Selain itu juga terdapat edukasi sapi dan kambing

"Jadi ada berbagai macam varietas mulai dari padi, jagung, kedelai hingga tanaman semangka, bayam, bunga labu dan macam bunga, semuanya hasil bantuan dari propinsi Jawa Timur dan dibantu oleh kelompok tani desa," jelas Krisna. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA