Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Jul 2019 22:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di Yogyakarta

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Gua Gebang Tinalar Gunungkidul, Yogyakarta (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gua Gebang Tinalar Gunungkidul, Yogyakarta (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Jakarta - Selain memiliki banyak pantai yang indah, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta memiliki beberapa gua yang cantik. Adalah Gua Gebang Tinatar yang belum hits.

Lokasinya ada di Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Gua yang tersembunyi di antara lahan pertanian ini terbilang masih sangat asri dan belum dikelola warga setempat menjadi tempat wisata.

Padahal, pemandangan di dalam gua tersebut sangat indah dan instagramable. Hal itu dikarenakan guanya memiliki banyak stalaktit yang terbilang unik.

Untuk menikmati pemandangan tersebut, pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan 31 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta menuju RT.4, Dusun Panggang I. Sesampainya di dusun tersebut, pengunjung hanya perlu menyusuri jalan aspal hingga menemukan tempat penampungan air di pinggir jalan.

Namun tenang saja, jika bingung, pengunjung dapat bertanya kepada warga Dusun Panggang I. Bahkan, nantinya warga setempat dengan senang hati menunjukkan lokasi Gua Gebang Tinatar yang tidak jauh dari pemukiman warga.

Sesampainya di tempat tersebut, nantinya pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang terdiri dari tumpukan batu kapur sejauh 200 meter. Namun ingat, kontur jalan setapak itu sangat terjal dan menjorok ke bawah, karena itu pengunjung diharap berhati-hati saat melangkah.

Sekitar 5 menit berjalan, pengunjung akan sampai di mulut gua yang dipenuhi oleh stalaktit yang di depannya terdapat 2 buah pohon. Selain itu, suasana asri, sunyi dan sejuk menyelimuti pintu masuk Gua Gebang Tinatar.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaJalan masuk gua (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Perlu diketahui, stalaktit adalah jenis speleothem yang menggantung dari langit-langit gua kapur. Stalaktit sendiri terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya hingga berbentuk batuan memanjang di dalam sebuah Gua.

Tidak hanya menikmati pemandangan dari mulut Gua Gebang Tinatar, pengunjung dapat turun ke dalam gua tersebut. Nantinya, pengunjung dapat memanjat salah satu bebatuan di Gua Gebang Tinatar untuk berswafoto dengan background ratusan stalaktit yang sangat instagramable.

Mudarto (54), warga Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul menjelaskan, ia tidak begitu tahu mengapa gua tersebut bernama Gua Gebang Tinatar. Namun, dari cerita pendahulunya, namanya mengandung makna khusus.

"Jadi gebang itu nama pohon, dulu katanya ada pohon gebang di sini (Gua Gebang Tinatar) tapi sekarang sudah tidak ada. Sedangkan tinatar artinya pahatan yang diartikan sebagai adanya pahatan batu (stalaktit)," katanya saat ditemui detikcom di rumahnya, RT 4, Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (5/7/2019) lalu.

"Yang jelas nama Gebang Tinatar sudah ada dari dulu, tapi kalau warga sini menyebutnya (Gua Gebang Tinatar) dengan Bang Kinatar," imbuh Mudarto.

Kendati demikian, Mudarto menyebut belum pernah mengetahui wujud dari pohon gebang tersebut. Mudarto juga menjelaskan, stalaktit yang berada di gua tersebut berasal dari tetesan air. Bahkan, ia menyebut benda yang terkena tetesan air selondoko akan berubah menjadi batu dalam beberapa tahun.

"Karena musim kemarau, airnya (selondoko) tidak menetes. Tapi kalau menetes, benda yang terkena tetesan (air di Gua Gebang Tinatar) akan menjadi batu dalam waktu 10 tahun, terus kalau sudah jadi batu bisa dipukuli dan mengeluarkan bunyi dengan nada berbeda-beda," ucapnya.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaMulut gua yang lebar (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Meski meneteskan air, Mudarto menyebut belum ada mata air yang berada di Gua tersebut. Terlebih, belum ada yang berani untuk menyusuri Gua Gebang Tinatar.

"Bagian bawah Gua Gebang Tinatar itu tanah, tapi sampai saat ini belum ada yang berani menyusurinya. Karena itu saya bisa mengatakan sumber air di Gua Tinatar belum ada," kata Mudarto.

BACA JUGA: Percayalah, Ini Senja di Yogyakarta

Meski belum diketahui orang banyak, Mudarto mengatakan ada beberapa orang yang sudah mengunjungi Gua Gebang Tinatar. Pengunjung tersebut terdiri dari 2 jenis yakni murni berwisata dan ada yang bertapa.

"Dulu banyak yang datang (ke Gua Gebang Tinatar) untuk (nepi) bertapa, karena di dalamnya (di atas salah satu batu) ada tempat untuk bertapa meski (tempatnya) agak tinggi. Selain itu kalau setiap lebaran banyak yang datang untuk memukul itu (stalaktit Gua Gebang Tinatar) karena bunyinya bagus," katanya.

"Selain memukuli itu juga banyak yang datang karena keanehannya (Gua Gebang Tinatar), kan langka ada gua tersembunyi di dekat pemukiman warga dan banyak itunya (stalaktit)," sambung Mudarto.

Bahkan, karena keunikan gua tersebut, Mudarto dan warga sekitar ingin mengembangkannya sebagai tempat wisata. Menurutnya hal itu dapat mengenalkan wisata gua di Gunungkidul dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Setiap minggu kami selalu gugur gunung (jerjabakti) bikin jalan masuk (ke Gua Gebang Tinatar) karena akses jalannya masih sulit. Ke depannya kami juga ingin buat parkiran, tapi karena terkendala dana sampai sekarang belum terealisasi," ujarnya.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaGua ini masih jarang dijamah wisatawan (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Warga lain, Subar (65), membenarkan bahwa nama Gua Gebang Tinatar berasal dari keberadaan pohon Gebang di Gua tersebut. Menurutnya, pohon tersebut tumbuh hingga pinggir laut selatan Jawa.

"Kata kakek saya dulu katanya ada pohon gebang (di Gua Gebang Tinatar), konon akarnya di sini dan ujungnya di laut (Jawa)," ucapnya.

Terkait dengan banyaknya orang yang bertapa di gua tersebut, Subar juga membenarkannya. Ia juga pernah bertapa di Gua Gerbang Tinatar.

"Dulu orang-orang banyak yang nepi (bertapa) di sana (Gua Gebang Tinatar), tapi tidak tahu tujuan nepinya apa, mungkin minta keselamatan dan lainnya. Dari sekian banyaknya orang itu saya salah satunya, pernah tidur 2 hari 2 malam tidur di gua tapi tidak terasa tiba-tiba pindah ke bawah, padahal target saya (tidur di Gua Gebang Tinatar) 3 hari 3 malam," ucapnya.

Terpisah, kata warga Dukuh Panggang I, Ika Rachmani mengatakan, masyarakat memang memiliki keinginan yang cukup kuat untuk mengembangkan Gua Gebang Tinatar. Tujuannya sebagai salah satu tempat wisata non pantai di Kabupaten Gunungkidul.

"Salah satu keindahan yang ditawarkan (Gua Gebang Tinatar) adalah stalaktit yang cukup banyak dan bagus untuk berswafoto," ujarnya.

BACA JUGA: Bukit Teletubbies dari Gunungkidul

Bahkan, saat ini Pemerintah Desa Giriharjo dan masyarakat hanya melakukan tahap pengembangan awal. Namun, karena keterbatasan dana, saat ini warga dan Pemerintah Desa belum mengembangkannya lebih lanjut.

"Upaya yang dilakukan saat ini masih sebatas membuka akses jalan, bersih-bersih sembari memikirkan fasilitas apa saja yang perlu ditaruh di kawasan Gua Gebang Tinatar," kata Ika. (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA