Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jul 2019 23:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tur ke Kebun Kopi Magelang Ini Suguhannya Bukan Minum Tapi Makan Biji

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Tur Kopi di MesaStila (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Tur Kopi di MesaStila (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Kabupaten Magelang - Siapa yang tak suka kopi. Pun kalau tak suka, aromanya cocok dan kekinian untuk pengharum ruangan.

Nah, ada eduwisata unik di Magelang, yakni Coffee Plantation Tour di Resor MesaStila. Ya, kamu tidak akan menyesap kopi dari tapi makan biji seusai disangrai dengan tambahan gula jawa.

detikcom bersama rombongan Kementerian Pariwisata menginap di MesaStila dalam acara Media Gathering Forwapar 2019 beberapa waktu lalu. Dalam paket menginap, ada Coffee Plantation Tour yang dapat diikuti secara gratis.

Tur ini selama 45-60 menit mengelilingi kebun kopi milik Resor MesaStila. Jika kamu nggak menginap dapat ikut ke tur ini pula dengan membayar Rp 200 ribu sudah termasuk bingkisan kopi dan mencicip kopi.

Tur ke Kebun Kopi Magelang Ini Suguhannya Bukan Minum Tapi Makan BijiFoto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)


Di penjelasan awal, salah satu staf MesaStila yang memandu menjelaskan tentang perbedaan kopi dari rupa daun. Daun yang paling besar adalah jenis kopi ekselsa atau liberika, untuk ukuran medium adalah robusta, dan yang memanjang kecil adalah arabika.

Lahan kopi di MesaStila 90 persen berjenis robusta. Kata Yoyok, panennya hanya setahun sekali.

"Panen kopi di awal musim kemarau menjelang akhir Juni sampai September sampai 4 bulan. Mereka matangnya tidak bersamaan. Bergerombol ada yang merah dan hijau," ucap Yoyok.

"Yang matang dipetik dipetik duluan. Lalu kembali ke pohon yang sama untuk memetik buah lainnya berjarak 7-10 hari," jelas dia menambahkan.

Lebih lanjut, kata dia, setiap 12 ton biji kopi basah dihasilkan tiap tahun dan hanya menghasilkan 3 ton biji kopi kering. Yakni 4:1 perbandingannya.

"MesaStila masih mengandalkan penjemuran tradisional, yakni oleh matahari. Lalu disimpan 2 tahun untuk fermentasi dan bagus untuk mengurangi kadar kafein dan asam," jelas dia.

Penurunan kadar di atas akan lebih cepat bila dimakan luwak. Itulah proses percepatan berkurangnya kadar kafein dan asam biji kopi.

"Di dalam kebun kopi juga ada pohon peneduh agar pohon kopi dapat berproduksi sesuai yang diinginkan. Ada pohon duren, petai hingga lamtoro," jelas dia.

Untuk diketahui, area Resor MesaStila ada di ketinggian 687 mdpl. Ada sebanyak 30-35 ribu pohon kopi di sana dan ada yang berumur 70 tahun.

"Jika pohon kooi bagus, 1 pohon bisa menghasilkan sampai 10 kilogram. Tapi kini ada peremajaan pohon kopi yang sudah tak terlalu bagus produksinya dicabut hingga menyisakan 10 ribu pohon saja dan diganti baru, reboisasi," jelas Yoyok.

Tur ke Kebun Kopi Magelang Ini Suguhannya Bukan Minum Tapi Makan BijiFoto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)


Perjalanan terakhir dalam menyusuri kebun kopi adalah ke tempat roasting atau menyangrai kopi. Api yang digunakan pun tradisional yakni berbahan bakar kayu.

'Untuk roasting 2 selama jam. Dan kamu bisa lihat penjemuran di lahan sebelah itu memakan waktu selama 10 hari dari semula berupa biji kopi basah," pungkas dia.

Lalu kami terkejut bahwa yang disuguhkan di akhir perjalanan bukanlah kopi yang sudah diseduh. Namun berupa biji kopi ditemani gula jawa.

Tur ke Kebun Kopi Magelang Ini Suguhannya Bukan Minum Tapi Makan BijiFoto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)


Rasanya? Pahit dan ketika gula jawa masuk ke mulut akan terobati dan enak menurut ukuran penulis. Takarannya, 2 biji kopi dan gula jawa di ujung sendok ya.

Kalau kamu ke Magelang, bisa banget mengunjungi destinasi ini.

Simak Video "Karnaval Budaya Magelang, Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA