Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Sep 2019 16:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ini Kata MUI Soal Logo Halalnya Mejeng di PKL Seoul

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto: (Asep Syaifullah/detikcom)
Foto: (Asep Syaifullah/detikcom)
Jakarta - Logo halal MUI (Majelis Ulama Indonesia) mejeng di lapak pedagang kaki lima (PKL) Kota Seoul, Korea Selatan. Lembaga itu dengan tegas menyatakan tidak terkait hal tersebut.

detikcom beberapa waktu lalu mengunjungi Korea Selatan dan tak lupa mengunjugi Jalan Myeongdong. Ada satu hal menarik ketika menyambangi kawasan itu dan saya melihat logo halal MUI.

"Saya sudah cek ke kantor perwakilan di Korea, mereka katakan tidak pernah ada sertifikasi halal dari MUI," kata Lukmanul Hakim, Direktur LPPOM MUI dalam pesan singkat ke detikcom, Jumat (6/9/2019).

"Saya sudah cek di database," imbuh dia.

Lalu, apakah bisa dibilang pedagang kaki lima di Jalan Myeongdong asal comot saja? Hal itu dikarenakan banyaknya turis asal Indonesia di sana.

"Ya saya kira," tegas dia.


Ini Kata MUI Soal Logo Halalnya Mejeng di PKL SeoulFoto: (Asep Syaifullah/detikcom)

Apakah ada negara lain yang bekerja sama dengan MUI untuk sertifikasi halal suatu produk? Kata Lukman, MUI hanya sebagai jembatan tulisan yang berbeda di Arab hingga Korea.

MUI bekerja terbatas pada perusahaan yang produknya masuk ke Indonesia. Dan bila ada yang ingin sertifikasi halal bisa dilakukan di lembaga negaranya sendiri, jadi tidak menggunakan logo MUI

"Bagi perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal ke LPPOM MUI, mereka mendaftarkan melalui Online registrasi yang kami sebut CEROL (Certification On Line). Kami lakukan pemeriksaan sama seperti produk yang ada di Indonesia," urai dia.

"Perusahaan juga dapat melakukan sertifikasi halal pada lembaga halal yang ada di negaranya sendiri. Di Korea, kami ada kantor perwakilan sebagai jembatan bahasa dan tulisan yang khas (berbeda)," imbuh Lukman menjelaskan.


Lukman menambahkan bahwa semua tahapan proses sertifikasi halal tetap dilakukan di pusat atau di Jakarta. Jadi, MUI di negara lain hanya akan membantu dan level kerja samanya belum di tingkat antar pemerintah.

"Kantor perwakilan hanya membantu perusahan yang mau registrasi melalui Cerol. Kerjasama tidak pada level G to G," pungkas dia.

Logo halal MUI (Majelis Ulama Indonesia) begitu ikonik hingga dipakai pedagang kaki lima di Seoul, Korea Selatan. Anda bisa menemukannya di Jalan Myeongdong.

Tapi apakah benar bahwa penempelan logo itu sudah seizin MUI?

Pemilik lapak tak mau menjawab pertanyaan kami. Dia hanya menghindar setiap pertanyaan menjurus ke logo halal MUI tersebut.

Lapak yang saya datangi itu menjual jajanan yang digoreng dan berbahan dasar dari hewan laut. Ada jajanan gurita potong, udang tepung hingga anak kepiting tepung goreng.

Perlu diketahui juga bahwa wisatawan Indonesia banyak mengunjugi kawasan ini. Apakah itu salah satu alasannya menempelkan logo halal MUI?

Simak Video "Festival Durian, Pekalongan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA